YOGYAKARTA KEMBALI DIGUNCANG KEKERASAN

Yogyakarta (ANTARA News) – Aksi kekerasan dari preman kembali muncul di Yogyakarta ketika sekelompok orang bersenjata pedang di warung angkringan Jalan Kadipaten Kulon, Yogyakarta, Sabtu pagi.

Dalam kejadian ini tiga dari empat orang yang sedang duduk di warung angkringan dibacok enam orang.

“Satu orang selamat, Yoyok (26) warga Semaki Gede, Yogyakarta, sedangkan tiga korban, salah satunya menjalani perawatan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta,” kata Kanit Reskrim Polsekta Kraton Ipda Bambang Sunaryo, Sabtu.

Menurut dia, korban menderita luka paling parah, Eko Setiawan (26) asal Wonosari, Gunungkidul yang merupakan penjaga warnet di wilayah Condong Catur, Depok, Sleman.

“Korban mengalami luka bacok pada bagian muka membentang tepat pada bagian kedua pipinya. Kondisinya memprihatinkan dan luka cukup serius,” tuturnya.

Ia mengatakan aksi kekerasan itu diduga oleh salah paham antara empat orang kelompok korban dan enam orang kelompok pelaku yang diduga preman.

“Kedua kelompok ini tidak saling kenal satu sama lain, sedangkan permasalahan utama terjadi perbacokan itu hanya salah paham satu. Sempat terjadi cekcok antara satu sama lain dan berakhir pada perkelahian,” ucapnya.

Bambang mengatakan, dua korban lainnya adalah Reiza Ismawadi (21), warga Suryowijayan, Matrijeron, Yogyakarta yang mengalami luka bacok pada lengan dan pergelangan tangan.

“Satu korban lagi bernama Ahmad Fuad. Ahmad sama-sama bekerja sebagai penjaga warnet dengan Eko,” ujarnya.

Ahmad dibacok pada kepala, namun karena mengenakan helm sehingga menderita luka tidak terlalu parah.

“Meski helm yang dikenakan pecah, tetapi senjata tajam yang dipakai kelompok preman itu tidak mengenai pada bagian kepalanya,” ungkapnya.

Polisi tengah memburu para pelaku kasus yang kini ditangani Polresta Yogyakarta dan Polsek Kraton.

“Belum tahu siapa kelompok pelakunya,” kata Bambang.(Ant)

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *