RATUSAN WARGA LANGSA KONVOI MEMBAWA BENDERA MERAH PUTIH

Langsa-andalas Ratusan warga Kota Langsa mengatas namakan dirinya Forum Masyarakat Kota Langsa melakukan aksi damai,  dengan melakukan konvoi Bendera Merah Putih mengelilingi kawasan kota menggunakan kendaraan sepeda motor, Kamis (4/4).

Mereka konvoi menggunakan kendaraan sepeda motor sambil membawa Bendera Merah Putih di mulai pukul 09.00 WIB dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian Polres Langsa.

Selanjutnya, ratusan warga itu konvoi dari Lapangan Merdeka Langsa ke Jalan A Yani menuju depan Polres Langsa, memutar kembali menuju SP Comodor, kemudian kembali lagi dan menuju ke kantor DPRK Langsa.

Setelah sampai di kantor DPRK Langsa ratusan masa itu diterima Wakil Ketua DPRK Langsa, Syahyuzar AKA. Di hadapan Anggota DPR, salah seorang orator Nasrullah membacakan pernyataan sikap.

Pertama, aksi ini sebagai bentuk kesetiaan masyarakat Aceh khususnya Kota Langsa terhadap NKRI. Dan, konvoi Bendera Merah Putih ini sengaja dilakukan sebagai bentuk loyalitas dan rasa nasionalisme masyarakat Kota Langsa.

Menurutnya, warga Kota Langsa mengaku cemas dengan situasi Aceh saat ini. Pasalnya, sejak pengesahan Qanun Bendera dan Lambang Aceh masyarakat takut konflik akan kembali terjadi di Tanah Rencong, karena qanun tersebut tidak aspiratif sehingga terjadi perpecahan antara sesama warga Aceh.

“Maka untuk itu, kami minta kepada Pemerintah Pusat untuk tetap merubah Qanun Aceh No 3 tahun 2013 tentang bendera dan lambang, demi menjaga agar perdamaian di Aceh tetap abadi karena Aceh meliputi banyak suku-suku bangsa. Kami sebangai masyarakat kecil ini sangat mengharap kepada Pemerintah Pusat agar cepat menanggapi persoalan pro kontra Qanun Bendera dan Lambang Aceh tersebut. Sehingga masyarakat tidak resah dengan kondisi yang sedang terjadi di Aceh saat ini,” ujar Nasrullah.

Selanin itu lanjutnya, apa yang dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri yang mengevaluasi Qanun Nomor 3 Tahun 2013 tentang bendera dan ambang Aceh sudah tepat.

Pasalnya, Qanun yang disahkan DPRA Aceh dan Pemerintah Aceh tersebut jelas melanggar sejumlah peraturan perundangan NKRI. Dan, bukan hanya itu saja Kementerian Dalam Negeri harus membatalkan qanun tersebut, yang jelas-jelas mengancam intregitas bangsa Indonesia.

“Kami Forum Masyarakat Kota Langsa mengecam para wakil rakyat di DPRA, dimana wakil rakyat yang diusung dari partai nasional tidak memiliki jiwa nasionalisme. Karena, mereka justru bersikap seperti penghianat bangsa yang telah mendukung pengesahan bendera dan lambang Aceh yang jelas-jelas mengadopsi lambang dan bendera separatis,” teriaknya lagi.

Seharusnya, katanya, anggota DPRA baik dari Parnas maupun Parlok jika menginginkan perdamaian yang abadi di Aceh jangan berjiwa pengecut. Jangan hanya demi kepentingan pribadi dan takut kehilangan jabatan, mereka rela mengorbankan amanah rakyat yang sudah memilih mereka.

Oleh karena itu, mereka meminta agar semua anggota DPRA yang berasal dari Partai Nasional untuk dicopot, karena sudah tidak memiliki jiwa nasionalis.

Anggota Parnas di DPRA pengecut, tidak bertanggung jawab terhadap konstituennya agar segera turun dan mengundurkan diri. (LAN)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *