ABRAHAM BELUM LAMA KENAL WIWIN SUWANDI

Pembocoran Sprindik Anas

KOMPAS.com — Nama Wiwin Suwandi (28) mencuat setelah ditetapkan sebagai orang yang membocorkan surat perintah penyidikan (sprindik) Anas Urbaningrum, mantan Ketua Umum Partai Demokrat, dalam perkara korupsi proyek Hambalang. Meski berstatus sebagai Sekretaris Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, sejumlah teman dekat Abraham Samad mengaku tak mengenal Wiwin.
“Saya tidak mengenal Wiwin dan tak pernah melihatnya ikut nimbrung ketika kami ngumpul. Saya yakin Abraham pun belum lama kenal dia Wiwin”
— Husain Abdullah, wartawan senior di Makassar.

”Saya tidak mengenal Wiwin dan tak pernah melihatnya ikut nimbrung ketika kami ngumpul. Saya yakin Abraham pun belum lama kenal dia (Wiwin),” ujar Husain Abdullah, wartawan senior di Makassar, Sulawesi Selatan, yang telah mengenal Abraham sejak tahun 1990-an.

Hal senada diutarakan Kiblat Said, wartawan harian Suara Pembaruan di Makassar. Ia yang telah mengenal Abraham sejak masih aktif sebagai pegiat antikorupsi mengaku tak pernah melihat sosok Wiwin.

Menurut Ilham Hanafie, praktisi hukum yang juga sahabat Abraham di Makassar, dia baru mengetahui Wiwin setelah menjadi sekretaris di KPK. Namun, Ilham mengaku jarang bertemu Wiwin. ”Setiap saya mampir ke rumah Abraham di Jakarta, dia tidak pernah keluar dari kamar,” katanya.

Suatu ketika, Ilham pernah bertanya soal Wiwin kepada Abraham. ”Ternyata, Wiwin adik kelas Abraham di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas). Dia diangkat menjadi sekretaris karena pandai menggunakan teknologi,” ujar Ilham.

Ia tahu persis, Abraham termasuk gaptek (gagap teknologi). Menurut Ilham, sahabatnya itu tidak menguasai hal-hal berbau elektronik, seperti mengoperasikan mesin faksimile, scanner, hingga e-mail.

”Saat membuat makalah untuk menjadi Ketua KPK, Abraham menulis tangan naskahnya,” kata Ilham.

Namun, menurut Dekan Fakultas Hukum Unhas Aswanto, Wiwin sudah cukup lama mengenal Abraham. Tak lama setelah Abraham dilantik sebagai Ketua KPK dua tahun lalu, Wiwin mohon izin karena diminta menjadi sekretaris.

”Saya lalu menyarankan dia agar cuti sementara dari studi pascasarjana,” tutur Aswanto.

Wiwin yang kelahiran Buton, Sulawesi Tenggara, 9 Mei 1985, itu pernah berkecimpung di Lembaga Pers Mahasiswa Hukum Unhas (LPMH-UH). Mahasiswa yang berkuliah di fakultas hukum pada tahun 2003 itu juga menjabat Sekjen Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia. ”Prestasi Wiwin di bidang akademik juga cukup memuaskan. Saya terkejut dia nekat membocorkan dokumen rahasia KPK,” ujar Aswanto. (RIZ)
sumber : kompas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *