TERSANGKA TIDAK DITAHAN, KAPOLSEK TBU TANJUNGBALAI MARAH MINTA KANIT BERTANGGUNG JAWAB

TG. Balai (Berita): Satu orang dari tiga tersangka. RG diduga pelaku penganiaya korban suami -istri. A. Kalem Panjaitan alias Alem dan Siti H Br. Nasution tidak ditahan anggota Polsek TB. Utara kota Tanjungbalai, Sabtu ( 23 / 3 ) pekan lalu. RG tersangka datang dengan temannya di Polsek itu, setelah korban suami -istri membuat pengaduan atas penganiayaan dilakukan tiga tersangka/pelaku RG.
Surat Tanda Penerimaan Laporan korban suami -istri bernomor : B / STPL / 13 / III / 2013. Demikian dikatakan korban Kalem dan Siti kepada wartawan usai pengaduannya diterima Brigadir Rozali dan setelah korban Kalem dan Siti diperiksa petugas Polsek pengaduannya dan dilakukan Visun Et Revertum di RSUD kota Tanjungbalai. Kemudian setelah muncul tersangka/pelaku RG dengan temannya informasinya membuat pengaduan diduga untuk melakukan beladiri dan pengduannya diterima petugas Polsek.

Setelah itu oknum petugas Polsek sarankan korban dan dengan pelaku tersangka RG dkk untuk berdamai, korban minta perdamaian dihadiri tiga tersangka pelaku, namun ada salah seorang disubut-sebut Fendi di kantor Polsek itu mengatakan pada korban, dua orang lagi diduga pelaku penganiayaan itu dijamin Fendi dan yang penting kamu dulu berdamai desak Fendi.

Namun korban menolak, kalau mau berdamai hadirkan dua orang pelaku lainnya, tiga pelaku dan satu orang pelaku mau didamaikan tidak pantas, nanti kita takut jadi masalah lagi dan Fendi mengatakan tidak ada masalah saya yang menjamin katanya, korban tetap bertahan kalau mau berdamai harus dihadirkan ketiga pelaku dan saling bertahan perdamain gagal.

Setelah perdamain gagal, petugas Polsek meminta saksi korban dihadirkan. Dua saksi korban. Joni N dan Fendi diperiksa petugas Polsek yang saat itu juga RG pelaku diperiksa dan setelah kedua saksi korban diperiksa. Juper Polsek mengatakan tersangka RG untuk ditahan dan korban serta saksi mendengar ucapan Juper Polsek merasa puas dan bahwa Polsek benar menegakkan hukum dan selain tersangka RG turut ditahan satu unit sepeda motor roda dua warna merah BK 2335 QAA.

Kemudian setelah keesokan hari korban melihat tersangka RG masih berkeliaran bersama dua orang temannya diduga pelaku penganiaya itu lintas memakai helm didekat rumah korban, sehingga korban ketakutan, seakan korban diintai oleh tersangka pelaku, korban mengadu dengan wartawan dan wartawan dengan LSM mempertanyakan hal itu, Selasa (26/3) dengan Kapolsek TB. Utara kota Tanjungbalai. AKP. H. Nainggolan, SH diwarung depan kantornya. H. Nainggolan, tidak membantah atas seorang tersangka RG tidak ditahan anggotanya.

Korban suami istri Kalem dan Siti saat ditanyai wartawan mengatakan, suaminya dikeroyok tiga orang pelaku didepan Mesjid Menara Lima dan diduga ketiga pelaku warga Nias tukang kredit dan kejadian pengeroyokan korban disaksikan beberapa saksi mata. Kalem korban itu mengatakan, awal kejadian saat korban dijalan ditengah titi gantung menuju kota Tanjungbalai, tersangka RG naik sepeda motornya dibelakang betor korban, RG mau cepat, klekson korban betor untuk kepinggir, karena tidak mau kepinggir korban betor dipong tersangka RG sambil memukulkan tangan kirinya kewajah korban dan menghadangkan keretanya didepan betor dan kembali memukul korban betor.

Karena korban berusaha untuk melawan, tersangka RG mengancam korban mengatakan akan menunggu korban di Mesjid Menara Lima dengan kawannya, korban penarik betor itu takut, pulang kerumah memberitahukan dengan istrinya, lalu korban bersama istrinya mau belanja kepajak lintas jalan Mesjid Menara Lima, saat istrinya turun membeli pulsa keseberang pasar, korban dipinggir jalan Mesjid depan Tukang Pangkas dan saat korban diatas betor dikejar dan dipukul pelaku RG dan bersama dua kawannya. Korban jatuh dari atas betor ketanah langsung dikeroyok dipukuli tiga pelaku dan turut istri korban kena pukulan itu saat menarik suaminya seraya istrinya minta tolong.

Melihat kejadian itu, warga saksi mata marah mengatakan, kenapa kamu keroyok, satu orang kamu keroyok tiga orang, karena ketiga pelaku tidak menghiraukan teguran massa saksi mata, massa marah, dilarai ketiga pelaku melawan, massa marah mengejar pelaku dan ketiga pelaku naik dua sepeda motor itu kabur, masuk kerumah warga menyelamatkan diri amukan massa dan satu kenderaan sepeda motornya berhasil dibawa kabur dan satu kenderaannya tinggal dan usai kejadian itu tiba seorang petugas Polres dan mengamankan sepeda motor pelaku BK 2335 QAA dan membawa korban suami istri mengadu ke Polsek TBU.

Kapolsek marah dengan anggotanya, saat perkara itu diproses anggotanya, dia saat itu sedang di Medan atas izin Kapolres Tanjungbalai, namun anggotanya melaporkan perkara itu melalui Telphon selularnya/HP. Kapolsek mengatakan pada anggotanya supaya menahan tersangka RG dan keluarkan surat penahanan dan surat penangkapan dua orang pelaku lainnya. Saya perintah dengan Kanitnya, saya tidak tahu, rupanya tersangka RG dilepas, kata anggota tersangka itu lari, saya baru tahu kata Nainggolan pada wartawan.

Kapolsek mengaku hal itu adalah kesalahannya, namun saya hal ini tidak jadi malah, ini merupajan tanggungjawab Kanitnya, karena Kanit itu wakil saya, kalau saya tidak ditempat. Kapolsek minta waktu satu minggu akan menangkap semua pelaku katanya pada wartawan dan LSM seraya Kapolsek menelephon anggotanya mengatakan, segera tangkap tiga pelaku penganiaya korban dan bila perlu tangkap Fendi periksa diduga ada keterkaitannya dengan tiga tersangka dan surat perintah penangkapan sudah saya keluarkan tambah Kapolsek.(syn)
sumber: beritasore

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *