PENGEROYOK KAPOLSEK AKAN BERTAMBAH

* Kapoldasu: Masyarakat Jangan Mudah Terprovokasi

MEDAN ( Berita ): Jumlah tersangka yang terlibat dalam pengeroyokan Kapolsek Dolok Pardamean Kompol (Anumerta) Andar Yonas Siahaan akan terus bertambah. Kasubdit III/Umum Dit Reskrimum Poldasu AKBP Andry Setiawan mengatakan itu, Minggu (31/3) di Medan.
Setelah pelaku utama Kusdi Saragih alias Pak Penni, 46,dan pencuri dompet korban,Wasden Manalu, 32, menyerahkan diri, pihaknya masih akan terus mengembangkan kasus itu sehingga semua pelaku bisa diadili sesuai proses hukum.
“Pasti ada pertambahan lagi. Karena penyidikan ini kita lakukan berdasarkan keterangan dari para pelaku lainnya yang sudah diamankan,” katanya. Kemungkinan pertambahan tersangka lain diketahui setelah penyidik menyimpulkan pemeriksaan terhadap Kusdi Saragih dan Wasden Manalu yang menyerahkan diri.
“Kita tunggu hasil pemeriksaan selesai, baru kita melangkah kepada tersangka atau pelaku berikutnya,” ujar dia. Andry menyebutkan, setelah pemeriksaan diselesaikan penyidik di Polres Simalungun, kedua tersangka akan dilimpahkan ke Poldasu bersama tersangka lainnya demi keamanan dan pengamanan.
“Keduanya juga nanti bakal dilimpahkan ke Polda supaya mereka bisa bertemu satu sama lain, pelimpahannya mungkin dilakukan besok, Senin (1/4),” kata Andry.
Sementara, Kasubbid Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Poldasu AKBP MP Nainggolan mengatakan, pelimpahan para tersangka ke Polda dilakukan untuk menghindari adanya aksi susulan ke Polres Simalungun.
“Pelimpahan itu dilakukan hanya untuk lebih aman saja dan menghindari adanya aksi-aksi dari orang tertentu yang tidak menginginkan suasana tidak kondusif di kawasan itu,”sebutnya.
Sementara Kapolda SumutIrjen Pol. Wisjnu Amat Sastro meminta masyarakat menghormati hukum, tidak mudah terprovokasi dan tidak melakukan cara-cara main hakim sendiri.
Dia mengatakan itu melalui Kabid Humas Poldasu Kombes Pol. Heru Prakoso,terkait peristiwa penganiayaan dilakukan masyarakat menyebabkan kematian Kapolsek Dolok Pardamean Kompol (Anumerta) Andar Yonas Siahaan.
“Hukum harus dihormati, jika tidak, persoalan-persoalan seperti itu (aksi main hakim sendiri) tidak akan pernah selesai,” kata Heru Prakoso kepada Wartawan, Minggu (31/3).
Peristiwa di Dolok Pardamean, Kab. Simalungun, kata dia, berawal dari penangkapan tersangka bandar judi, salah satu biang penyakit bagi masyarakat.“ Maka sebelum menanggapi persoalan itu, kita harus sepakat dulu untuk bersama-sama memberantas perjudian, karena dukungan masyarakat akan mendukung keberhasilan Polri,” ujarnya mengatakan judi tidak akan membuat orang menjadi kaya, justru dapat merusak generasi dan bangsa ini.
Beberapa peristiwa yang terjadi, seperti aksi main hakim massa di Kutalimbaru, Kab.Deliserdang yang menyebabkan dua orang tewas dibakar belum lama ini, salah satu bentuk provokasi yang mestinya tidak terjadi, kemudian terjadi lagi di Dolok Pardamean, Simalungun yang menewaskan Kapolsek Andar Siahaan.
“Kami mengimbau masyarakat tidak main hakim sendiri, dan tidak mudah terprovokasi dengan teriakan maling atau rampok,” sebutnya. Heru mengatakan, jika mencurigai seseorang melakukan tindak kejahatan, segera hubungi polisi terdekat atau menghubungi call center polisi, jangan langsung menghakimi, karena tindakan pemukulan dan perusakan bertentangan dengan hukum, sehingga pelakunya akan diproses hukum pula.
Dia juga mengingatkan masyarakat, jika menangkap pelaku kriminalitas diserahkan kepada polisi terdekat, kalaupun jauh serahkan kepada aparat desa atau kecamatan.“Sekali lagi saya sampaikan hukum harus dihormati, jangan main hakim sendiri,” katanya.(WSP/m27)
sumber: beritasore

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *