PELAJAR TEWAS DITIKAM SAAT JINGKRAK-JINGKRAK

Konser Hello di PRSU Makan Korban Jiwa

MEDAN-PM : Konser Hello Band yang melejit lewat single ‘Ular Berbisa’ di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), Jl. Gatot Subroto, menelan korban jiwa. Haikal Faris (16), seorang pelajar STM tewas setelah punggung kanannya ditikam orang tak dikenal dari belakang, Sabtu (30/3) sekira pukul 23.30 WIB. Motifnya senggolan saat jingkrak-jingkrak.

Pasca kejadian, korban yang menetap di Jl. Medan-Binjai Km 10 Gang Dame itu sempat dilarikan ke RS Sari Mutiara Medan. Tapi nasib berkata lain, Haikal keburu tewas diduga kehabisan darah. Info yang dihimpun POSMETRO MEDAN, pembunuhan ini terjadi saat Haikal bersama belasan teman seusianya datang ke PRSU untuk menonton konser Hello Band yang digelar di sana. Tapi sebelum bergabung dengan ribuan penonton lainnya, dengan dalih agar lebih santai dan seru, rombongan ABG yang datang mengendarai sepeda motor itu sepakat minum tuak dulu di sekitar Jl. Medan Binjai.

“Sebelum nonton konser, kami memang minum tuak dulu bang. Maksudnya biar enak di sana gabung-gabung sama anak-anak muda lainnya,” terang Andika (17), rekan korban yang ditemui kru koran ini di sekitar rumah duka. Dijelaskan Andika, saat konser mulai, dengan langkah sedikit sempoyongan, Haikal dan teman-temannya langsung bergabung dengan penonton lain. Seperti penonton lain, mereka pun ikut melompat dan jingkrak-jingkrak. Diduga karena pengaruh Haikal yang ikut lompat-lompat bersenggolan dengan seorang pemuda yang belum diketahui identitasnya. Aki Akibatnya  senggolan itu, Haikal dan pria itu pelaku  Hingga keduanya terlibat mulut.

Naas bagi Haikal, saat itu seorang pemuda yang dikenal tiba-tiba menikam punggung kanannya dari belakang. Seketika itu juga, Haikal roboh bersimbah darah. Dalam hitungan detik, suasana konser yang aman berubah ricuh. Ribuan penonton tampak panik membubarkan diri. Alhasil, suasana konser music itu pun berubah bak gempa bumi, dimana pengunjung berhamburan meninggalkan lokasi. Oleh rekan-rekannya, Haikal pun dilarikan ke RS Sari Mutiara. Tapi belum sempat dirawat, korban keburu tewas di perjalanan. Oleh teman korban, pihak keluarga pun dihubungi, hingga jenazah Haikal dibawa ke rumah duka.

>> Panitia Salahkan Polisi

Sementara itu, perwakilan PRSU selaku panitia kegiatan, Badrun Laila menolak bertanggung jawab dengan dalih pihaknya hanya sebagai penyelenggara. “Keamanan itu sepenuhnya tanggungjawab polisi, kami hanya menyelenggarakan,” katanya. Hal senada juga dikatakan Badrun saat datang melayat ke rumah duka. “Kami hanya bertugas memeriksa karcis pengunjung. Kalau soal pengamanan konser itu urusan polisi. Kami datang kemari karena merasa korban bagian dari pengunjung dan kami seluruh panitia juga turut berduka cita,” ujarnya. Penyataan itu sontak membuat membuat abang korban mengamuk dan menendang kursi plastik yang disediakan untuk tamu.

“Apa bentuk tanggungjawab kalian,kalau uang saja kami pun ada, adik aku sudah mati, jangan sepele kau sama nyawa orang,” protes Haikal. Kapolsek Medan Helvetia AKP Anggoro Wicaksono, membenarkan peristiwa tersebut. “Benar terjadi keributan pada saat konser band di PRSU hingga mengakibatkan korban meninggal dunia. Kita masih melakukan penyelidikan untuk mencari pelaku. Selain itu, kita juga sudah mengamankan tiga orang saksi yang merupakan teman korban,”tegasnya.

Anggoro menambahkan soal keamanan adalah tanggungjawab semua kalangan. “Ini tanggung jawab kita semua dan kita bakal cari pelakunya,” ujarnya. (mri/deo)
sumber: posmetro

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *