KETUA DPRA: PENGIBARAN BENDERA TUNGGU KLARIFIKASI MENDAGRI

* Massa Bentangkan “Bendera” Aceh Di Gedung DPRA

Banda Aceh ( Berita ) : Ketua DPR Aceh Hasbi Abdullah mengatakan pengibaran bendera Aceh di instansi pemerintahan menunggu klarifikasi dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri). “Secara umum qanun bendera dan lambang ini sudah sah, tetapi pengibarannya masih menunggu hasil klarifikasi Mendagri,” kata Hasbi Abdullah di Banda Aceh, Senin [01/04].
Ia mengatakan bahwa waktu proses klarifikasi selama 60 hari. Jika tidak ada jawaban Menteri Dalam Negeri, maka qanun bendera dan lambang tersebut dinyatakan sah.
Setelah 60 hari tidak ada klarifikasi, kata Hasbi Abdullah, maka dengan sendirinya qanun bendera dan lambang Aceh sah secara hukum. Setelah itu, bendera Aceh langsung bisa dikibarkan di instansi pemerintahan.
“Sebenarnya, Dirjen Otda hari ini datang ke Aceh membawa hasil klarifikasi, tetapi yang bersangkutan tidak datang. Jadi, kita tunggu saja. Kita tidak boleh mendahuluinya,” ungkap dia.
Sebelumnya, Hasbi Abdullah menerima penyerahan bendera bulan bintang putih dengan latar merah dan garis hitam putih di bagian atas dan bawah yang berukuran 10×4 meter dari ratusan warga.
Bendera Aceh tersebut dibentangkan di teras utama gedung wakil rakyat tersebut. Warga juga menyempatkan diri berfoto bersama dengan latar bendera raksasa tersebut.
Gubernur Aceh mengundangkan Qanun Nomor 3 Tahun 2013 tentang bendera dan lambang Aceh pada Senin 25 Maret 2013. Qanun atau peraturan daerah tersebut diundangkan dalam Lembaran Aceh Tahun 2013 dan Tambahan Lembaran Aceh Nomor 13. Qanun tersebut diundangkan setelah DPRA dalam rapat paripurna 22 Maret 2013 menyetujui pengesahannya.
Massa Bentangkan “ bendera “ Aceh
Massa dari berbagai daerah membentangkan “bendera” Aceh berukuran sekitar 10×4 meter di gedung utama DPRA di Kota Banda Aceh, Senin.
Wartawan Antara di Banda Aceh, Senin [01/04], melaporkan beberapa pemuda membentangkan “bendera” Aceh bergambar bintang bulan dengan kombinasi garis vertikal hitam dan putih (atas dan bawah) dengan warna dasar merah tua di gedung dewan itu.
Ratusan orang yang datang dari sejumlah kabupaten dan kota di provinsi itu ikut menyaksikan saat “bendera” Aceh dibentangkan di gedung dewan tersebut bertepuk tangan, selain diantaranya meneriakkan “Allahu Akbar”.
Sementara itu Ketua DPRA Tgk Hasbi Abdullah menerima “bendera” Aceh ukuran raksasa dari massa yang menggelar konvoi di kota berpenduduk sekitar 300 ribu jiwa tersebut.
Saat “bendera” diserahkan kepada Ketua DPRA Tgk Hasbi Abdullah, sejumlah peserta konvoi ikut menyanyikan lagu berjudul “Bendera Pusaka Nanggroe”.
Sebelum menggelar aksi di DPRA, ribuan warga melakukan konvoi kendaraan roda dua, empat dan truk serta bus sekolah berkeliling sejumlah ruas jalan di kota tersebut.
Awalnya, ribuan warga dari luar Kota Banda Aceh itu berkumpul di masjid raya Baiturrahman. Pengibaran “bendera” itu dilakukan setelah DPRA mengesahkan Perda (qanun) Nomor 3 tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh.
Qanun yang ditetapkan DPRA pada 25 Maret 2013 itu mengundang pro dan kontra terkait desain bendera baru Provinsi Aceh yang mirip dengan bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Sementara Koordinator aksi konvoi, Marzuki mengatakan konvoi bendera Aceh yang diikuti ribuan warga dari sejumlah kabupaten dan kota di Aceh itu bertujuan agar Pemerintah RI segera mensahkan qanun yang telah disetujui DPRA. “Bendera Aceh itu harus direstui demi menjaga perdamaian Aceh dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” katanya menjelaskan. (ant )
sumber: beritasore

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *