IRIGASI DI SUMUT 38 PERSEN RUSAK

Medan (Berita): Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara (Sumut) M Room S, mengakui sekitar 38 persen saluran irigasi di provinsi itu mengalami kerusakan.
“Kerusakan irigasi dan ditambah alih fungsi lahan memang menjadi salah satu hambatan dalam mempercepat peningkatan produksi padi di Sumut,” katanya di Medan, Minggu (31/3).

Dia tidak merinci secara detil jumlah maupun lokasi irigasi yang rusak dan luasan areal pertanian yang beralih fungsi dengan dalih tidak ingat persis.
“Yang pasti Pemerintah Provinsi Sumut sedang berupaya memperbaiki irigasi dan sekaligus menekan peralihan fungsi lahan pertanian itu,” katanya.
Dinas Pertanian misalnya bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk memperbaiki irigasi yang rusak itu.

Namun, meski ada hambatan itu, produksi padi Sumut bisa ditingkatkan tiap tahun menyusul tindakan pemerintah memperluas pembukaan lahan padi di sejumlah daerah yang irigasinya tidak terganggu dan meningkatkan produktivitas panen petani melalui penggunaan benih unggul.
Tahun ini sasaran panen padi seluas 793.108 hektare dengan rencana produkdi 3.875.561 ton.

Ketua Tim Ahli Tim Pengendalian Inflasi Daerah Sumut, Hari Utomo, menyebutkan, perbaikian irigasi dan upaya penekanan alih fungsi lahan merupakan salah satu persoalan utama yang sedang diupayakan untuk segera diatasi Pemerintah Provinsi Sumut.
Alasan dia, produksi beras Sumut harus semakin ditingkatkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan sekaligus menekan inflasi.
“Kenaikan harga beras salah satu yang sering menjadi pemicu kenaikan inflasi,” katanya.(ant)
sumber: beritasore

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *