DINAS: SUMUT TUTUP INVESTASI PERLUASAN LAHAN PERKEBUNAN

Medan (Berita): Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara menutup peluang masuknya investasi ekstensifikasi atau perluasan lahan perkebunan dan lebih memprioritaskan pengembangan industri hilir.
“Kalau pun ada yang melakukan perluasan lahan, itu bukan program Dinas Perkebunan,” kata Kepala Dinas Perkebunan Sumut Aspan Sofian Batubara kepada Antara di Medan, Minggu (31/3).
Menurut Aspan, Sumut telah memiliki lahan perkebunan yang cukup luas yakni 1.999.574 hektare sehingga dinilai tidak perlu dilakukan perluasan lagi.
Jumlah lahan perkebunan tersebut bukan hanya milik sejumlah PTPN, melainkan perkebunan masyarakat, perusahaan swasta nasional, dan perusahaan swasta asing.

Dengan jumlah lahan perkebunan yang cukup luas tersebut, pihaknya tidak mungkin mengambil kebijakan perluasan lahan, melainkan pengembangan kualitas dan produktivitas.
“Jumlah lahan perkebunan kita hampir mencapai dua juta hektare sehingga tidak diperluas lagi. Perkebunan yang ada hanya ‘diremajakan’,” katanya.
Ia mengatakan untuk memberikan manfaat yang lebih besar, terutama bagi perekonomian masyarakat, pihaknya hanya membuka investasi di bidang industri hilir berupa pengolahan hasil perkebunan.

Di Sumut, sedikitnya ada lima hasil perkebunan yang dapat dijadikan objek industri hilir yakni sawit, karet, kelapa, kopi, dan kakao.
Ia mencontohkan pengolahan sawit menjadi mentega dan alat kosmetik, kelapa menjadi makanan kemasan, pengolahan kopi kemasan, dan berbagai jenis makanan dari kakao.
Selain dapat meningkatkan produktivitas, pengembangan industri hilir juga dapat mendorong pengelola perkebunan untuk meningkatkan kualitas hasil perkebunannya. “Dengan begitu, harga jual hasil perkebunan kita bisa lebih bersaing,” katanya.(ant)
sumber: beritasore

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *