1500-AN JEMAAT NASRANI LINTAS GEREJA RAYAKAN PASKAH DI MEDAN

Medan, (Analisa). Sekitar 1500 jemaat Nasrani lintas gereja menikmati ibadah Paskah di Pardede Hall, Jalan Syailendra No 1 Medan, Senin (1/4). Perayaan Paskah ini diisi dengan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR).

Pengkotbah asal Korea, Rev Kwon Ud Ik, dalam kotbahnya menyebut, Yesus Kristus mati dan kemudian bangkit untuk menyelamatkan manusia dari belenggu dosa. Kematian Yesus telah membayar lunas utang dosa manusia.

Dan kebangkitan-Nya, yang kemudian dirayakan sebagai hari Paskah adalah jaminan bagi mereka yang beriman kepada-Nya akan beroleh hidup yang kekal.

Kwon menarik kotbahnya dari kitab Kejadian 12. Di bagian ini diceritakan, Allah memanggil Abraham untuk meninggalkan rumahnya, kampung halamannya. Tidak diterangkan kemana Abraham harus pergi. Namun ia pergi.

Ketaatan Abraham meninggalkan kampungnya, menunjukkan ketaatannya pada Allah. Melalui perikop ini, Kwon menambahkan, kalau mau ikut Tuhan, kita harus sedia meninggalkan segala sesuatu, rela meninggalkan keinginan daging, uang, harta, dan tahta.

Lebih lanjut, Kwon  yang kotbahnya diterjemahkan langsung oleh Pastor Enos Kim mengatakan, kepatuhan Abraham menunjukkan totalitas hidupnya untuk Allah.

Totalitas itu ditandai dengan kepatuhan pada Firman Tuhan sekaligus cara Abraha, mengasihi sesamanya, umat manusia. Maka dari itu, terang Kwon, kalau kita lebih mengasihi diri sendiri ketimbang Allah, hidup kita sia-sia. Begitu juga kalau kita abai mengasihi sesama, hidup sama sekali tak ada artinya.

“Tujuan kita,” tambah Kwon dalam bahasa dan logat Korea, “bukan hanya supaya masuk Surga. Tetapi untuk hidup melayani dan mengasihi sesama. Sebab itu yang dikehendaki Tuhan”

Alasan kita mengasihi sesama manusia, jelas Kwon, bukan pamrih, melainkan karena Allah telah lebih dulu mengasihi kita. Karena itu, tandasnya, kita mesti hidup totalitas dalam ketaatan pada Firman Allah dan senantiasa mengasihi orang lain, tanpa pilih-pilih.

Menurut Ketua Panitia Parulian Tampubolon, sasaran dari ibadah Paskah kali ini, untuk mempererat kesatuan dan persatuan di antara umat Kristiani lintas gereja. Penguatan ini dalam rangka untuk membangun Sumatera Utara dan Indonesia lewat kekuatan gereja.

Listrik Padam

Acara berlangsung aman. Hanya saja, ketika acara doa menjelang kotbah, tiba-tiba listrik padam. Padamnya listrik itu sungguh mengganggu jalannya ibadah karena sound sistem otomatis tak bisa berfungsi. Padahal, KKR butuh sound sistem.

Celakanya, listrik padam sampai lima menit, hingga panitia berusaha menghidupkan genset. Sepuluh menit kemudian listrik baru hidup lagi. Kendati demikian, ibadah tetap berjalan lancar.

Di luar dan di pintu masuk Tim gegana Polresta Medan dengan sejumlah personil polisi bertugas mengamankan situasi selama jalannya ibadah. Turut hadir dalam kebaktian ini anggota DPR RI Dr Ir Nurdin Tampubolon, Walikota Medan Rahudman Harahap, Pdt Yosia Tarigan, Haris Silitonga memberi dukungan. (dgh)
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *