10 HARI PESTA SAMA PSK HABISKAN DUIT RP80 JUTA

Usai Bunuh Icha, Bobol Rumah Kakak Ipar

TANJUNG MORAWA-PM

Pasca memerkosa dan membunuh Icha Sartika Situmorang (19), Ariandi (23) bukannya menyesali perbuatannya. Tapi pria yang sehari-hari bekerja sebagai penarik betor (becak bermotor) ini malah kembali terlibat kasus kriminal. Ya, ia membobol rumah kakak iparnya. Uang Rp 70 juta, emas dan surat berharga berhasil ia gondol. Ironisnya, uang hasil curian itu justru ia foya-foyakan bersama wanita malam di kawasan Perbaungan.

Info yang dihimpun POSMETRO MEDAN, pasca menghabisi nyawa Icha dengan sadis, Ariandi malah nekad membobol rumah pasangan suami isteri (pasutri) Suripto alias Budi (35) dan Yani (30), di Pasar I Dusun I, Desa Karang Anyer, Kec. Beringin. Dari rumah korban yang berstatus kakak iparnya itu, pelaku berhasil membawa  uang tunai Rp70 juta, emas 150 gram, BPKP sepedamotor Mio,hape dan buku nikah dan tabungan. Jika ditotal-total, korban menderita kerugian mencapai Rp 1 miliar.

Saat ditemui kru koran ini di rumahnya, Minggu (31/3) siang, Yani dan suaminya menuturkan, pencurian itu dilakuna pelaku pada Minggu (17/3) sekira pukul 21.00 WIB. Dijelaskan pasutri itu, siang sebelum kejadian itu, Ariandi datang berkunjung ke rumahnya. Karena tersangka adalah adik iparnya (isteri Ariandi adalah adik Yani), mereka pun tak menaruh rasa curiga. Singkat cerita, sekira pukul 16.30 WIB, Ariandi meninggalkan rumah kakanya itu karena saat itu Yani dan suaminya juga beniat pergi menghadiri pesta. Namun sekitar pukul 18.00 WIB, Ariandi menghubungi Yani.

Saat itu pelaku mengaku dot anaknya tertinggal di rumah itu. Padahal saat ini, Ariandi hanya datang sendirian ke rumah. Meski begitu, Yani meminta Ariandi datang ke esokan harinya. Tak lama berselang, Yani bersama suami dan kedua anaknya pun pergi meninggalkan rumah dengan mematikan seluruh lampu. Sebelum pergi ke peseta, mereka sempat membeli sepatu anaknya di Deli Mas Plaza Lubukpakam. Usai belanja, pasutri ini pun menghadiri pesta di kawasan Beringin. Sekitar pukul 21.15 WIB, korban pulang dari pesta dan tiba di rumahnya. Namun pasutri ini kaget luar biasa, karena saat membuka pintu depan, ternyata pintu dapur belakang rumahnya yang terbuat dari besi telah terbuka.

Selain itu, asbes dan seng di dapur juga jebol, sedangkan lampunya menyala. Yakin ada yang tak beras, pasutri ini lantas memeriksa seluruh ruangan termasuk lemari di kamarnya. Seketika itu juga Yani nyaris pingsan karena uang tunai sebesar Rp 70 juta, harta benda lain, dan surat berharga milik mereka sudah lenyap. Padahal, rencananya uang itu akan mereka gunakan untuk membayar utang pakan ternak. “Dia masuk dari pagar belakang dan menjebol asbes dan seng. Kami mencurigai Ariandi karena dia yang tahu kami meninggalkan rumah. Kami sudah membuat laporan pengaduan ke Polsek Beringin,” ujar Yani.

Menurut cerita Yani, tersangka sempat bekerja di toko pakan ternak milik meraka selama 3 bulan. Kala itu Ariandi bersikap biasa-biasa saja dan jarang bicara. Disinggung kalau uangnya sudah difoya-foyakan Ariandi dengan bermain perempuan selama 10 hari di Perbaungan, Yani hanya geleng kepala dan tidak menyangka jika Ariandi juga nekad membunuh dan memperkosa Icha, dan bahkan menguras harta mereka. Sedangkan Budi pernah mendengar kabar jika Ariandi pernah selingkuh dengan seorang wanita di kawasan Tanjung Morawa. Namun Budi tak tau persis siapa wanita yang diselingkuhi Ariandi itu. Bahkan akibat gencarnya pemberitaan tentang Ariandi yang ditangkap polisi karena membunuh dan memperkosa Icha, kedua orang tua Ariandi yang malu memilih ngungsi ke Pekanbaru, Riau.

“Kalau istri Ariandi (Dedek Irawati) berada di rumah orang tua kami di Desa Sukaluweh, Kec. Bangun Purba. Kami minta aparat penegak hukum menghukum Ariandi setimpal dengan perbuatannya,” ujar Yani. Senada dengan Yani, Kebulan(45) salah seorang tokoh masyarakat di Kec. Beringin menegaskan kalau Ariandi pantas disuntik formalin saja. Karena perbuatannya sudah tak manusiawi lagi. Apalagi setelah perbuatannya itu, tersangka malah membobol rumah familinya sendiri. “Kalau tidak dihukum mati, tersangka Ariandi disuntik formalin saja,” ujar Kabulan.

Ariandi yang ditemui kru koran di kantor polisi mengaku hanya sendirian membobol rumah kakak iparnya. Sedangkan, uang curian itu telah habis ia foya-foyakan bersama PSK di Kec. Perbaungan. “Selama 10 hari aku ditemani pelacur di kawasan Perbaungan dengan menghabiskan uang Rp 80 juta. Sedangkan emas yang kucuri itu masih kutanam di depan rumahku. Aku rela dihukum mati,” ujar Ariandi namun tak mau menyebut alamat rumahnya. Terpisah, Kapolsek Beringin AKP Lamsan Manurung SH saat dikonfirmasi melalui Kanit Reskrim Iptu Andi Gustawi Lubis mengatakan, Budi dan istrinya Yani telah membuat laporan pengaduan pencurian itu. “Tersangka Ariandi sudah diinterogasi secara lisan dan dia mengaku telah mencuri di rumah kakaknya,” ujar Andi. (man/deo)
sumber: posmetro

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *