SUMUT 10 BESAR PEMANFAATAN ZAT RADIO AKTIF

Semua Industri Diminta Jaga Zat Radio Aktif

MedanBisnis – Medan. Kepala Badan Pengawas Tenaga (Bapeten) Nuklir AS Natio Lasman meminta semua industri dan rumah sakit yang memanfaatkan zat radio aktif agar menjaga sumber radio aktifnya sehingga tidak membahayakan lingkungan.
Sejauh ini, Bapeten telah mengeluarkan 374 ijin terhadap industri dan rumah sakit terkait penggunaan zat radio aktif tersebut dan aktif melakukan pengawasan.

Hal itu dikatakan AS Natio saat beraudiensi dengan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H Gatot Pujo Nugroho di Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Medan, Kamis(28/3). Hadir Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Sumut Binsar Situmorang, Kadiskominfo Jumsadi Damanik , Kepala Balitbang H Alwin. Sementara AS Natio didampingi Kabag Humas A Muktaf dan Kabag Perijinan dan Penelitian Sayuti.

Dalam kunjungannya Natio melaporkan, dalam perkembangan teknologi saat ini ada yang dinamakan Duali Use yaitu suatu material yang digunakan suatu industri yang tidak berkaitan langsung dengan Bapeten yang dapat digunakan untuk kepentingan Damai dan Non Damai.
Ditegaskannya, penggunaan material untuk kepentingan Non Damai tersebut,Bapeten menaruh perhatian khusus dan akan mengawasi lebih ketat lagi. Ditegaskannya harus ada kesepahaman bersama antara Bapeten dengan industri terhadap penggunaan Material Duali Use tersebut khusunya di Sumut.

Menurut Natio, Sumut merupakan salah satu provinsi yang masuk ke dalam 10 besar dalam pemanfaatan zat radio aktif dan duali Use dimaksud. Untuk itu Natio sangat berharap kerja sama pemerintah agar pengawasan dan pengendalian dapat dilakukan dengan baik.

Setelah mendengar laporan Natio Gubsu menyambut baik kunjungan Bapeten dan berjanji akan bekerjasama dengan baik terhadap pengawasan dimaksud.  Selain itu Gatot juga mengimbau agar Bapeten melakukan sosialisasi yang intensif terkait material Duali Use serta bahaya Zat radio aktif terhadap lingkungan.

Gatot mengakui, teknologi nuklir bisa dimanfaatkan namun bila tidak dikelola dengan baik akan berdampak buruk bagi manusia. Begitu pula zat radio aktif dalam peralatan medis di rumah sakit dan dunia industri. “Keduanya bisa bermanfaat namun harus dengan cara yang benar agar tidak merugikan manusia itu sendiri,” tegasnya. (benny pasaribu)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *