SEMBURAN LIAR TERJADI PADA SUMUR MIGAS

JAKARTA, KOMPAS.com – Pertamina EP Aset 2 Lapangan Prabumulih tengah berupaya menanggulangi semburan liar (blowout) terjadi pada sumur pengeboran Talang Jimar (TLJ)-25 di Prabumulih, Sumatera Selatan, Minggu (31/3/2013). Meski tidak ada korban jiwa, selama penanggulangan semburan itu, warga setempat dievakuasi ke tempat pengungsian.

Menurut Manager Humas Pertamina EP, Agus Amperianto, di Jakarta, peristiwa semburan liar di sumur TLJ-25 terjadi Minggu pagi sekitar pukul 08.30, di Kelurahan Sukaraja, Prabumulih Selatan, Sumatera Selatan. Dalam peristiwa itu, tidak ada korban jiwa.

“Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, warga Kelurahan Sukaraja dipindahkan sementara ke lokasi aman,” ujarnya.

Tim Organisasi Penanggulangan Keadaan Darurat (OPKD) Pertamina EP, didukung pemerintah desa dan aparat keamanan setempat kemudian mengamankan lokasi. Jalan masuk ke lokasi ditutup sementara bagi pihak yang tidak berkepentingan. “Kami masih terus melakukan upaya penanganan teknis. Penyebab teknis terjadinya semburan dalam evaluasi tim eksploitasi Pertamina EP,” kata Agus.

“Standar penanganan dipastikan mengikuti ketentuan dalam operasi pengeboran yang sudah berjalan, sehingga diharapkan penanggulangan penyebab semburan dapat segera dituntaskan, dan kegiatan pengeboran berlangsung normal kembali. Koordinasi penangann ini dilakukan bersama dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi,” tambah Agus.

Sejauh ini, koordinasi penanganan pengungsi dilakukan dengan melibatkan aparat keamanan dan jajaran pemerintah daerah setempat, termasuk evakuasi dan distribusi logistik ke warga yang mengungsi.

Untuk memenuhi kebutuhan warga desa selama di penampungan, telah disiapkan sekitar 3.000 bungkus konsumsi untuk keperluan makan. Selain itu, Pertamina EP Asset 2 Prabumulih juga menyiapkan sarana  prasarana di lokasi penampungan sementara, di antaranya tempat/ruangan penampungan di lokasi Fire Drill Talang Jimar. Selain itu, menyiapkan toilet umum, perlengkapan mandi dan kebutuhan warga selama di pengungsian selama empat sampai lima hari ke depan.
sumber : kompas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *