JUMAT AGUNG, AKTIVITAS BISNIS DI MEDAN SEPI

MedanBisnis – Medan. Aktivitas bisnis di Medan terpantau sepi menyusul perayaan wafatnya Isa Almasih oleh umat Kristiani, Jumat (29/3).
Pantauan MedanBisnis di sejumlah titik yang menjadi pusat bisnis di Medan seperti di Jalan Pemuda, Jalan Ahmad Yani, Jalan Gatot Subroto dan sejumlah titik lainnya, sedikitanya 60% toko atau tempat usaha tampak tak beroperasi. Di Jalan Brigjend Katamso misalnya, tampak lebih dari 50% toko di sana tutup atau tak beraktivitas. Hanya ada beberapa toko yang buka. Ruas jalan di sana yang biasa padat pada hari-hari biasa juga tampak lengang.

Merry, seorang pemilik toko di sana mengatakan, tutupnya sebagian besar toko karena banyak pengusaha yang meliburkan karyawannya untuk mengikuti perayaan wafatnya Isa Almasih atau yang lebih dikenal dengan Jumat Agung oleh umat Kristiani. “Selain itu, banyak juga tempat usaha yang tutup karena mereka beranggapan konsumen bakal sepi pada hari seperti ini,” katanya kepada MedanBisnis, Jumat (29/3) di Medan.

Hal yang sama juga terjadi di Jalan Asia. Sentra bisnis di Medan ini tampak sepi. Padahal, pada hari-hari biasa, bisa dibilang lokasi tersebut merupakan salah satu titik yang paling sibuk di kota ini. Begitu juga di Jalan Gatot Subroto dan Jalan Ahmad Yani. Di dua titik ini, hanya ada beberapa toko yang masih beroperasi.

Selain toko, ada juga beberapa rumah makan yang masih buka. Tapi, lebih banyak lagi yang tak beroperasi karena hari libur ini. Sejumlah pengusaha mengaku akan berhenti beroperasi sementara hingga Minggu (31/3). “Senin kami sudah buka, karena rangkaian perayaan Jumat Agung hingga Paskah hanya sampai hari Minggu besok,” kata Stephanus, seorang pengusaha di Jalan Gatot Subroto.

Pengamat ekonomi dari Unimed, M Ishak mengatakan, meski sejumlah toko tampak tak beroperasi, hal tersebut tak terlalu berpengaruh terhadap ekonomi di Medan. “Hanya saja, yang perlu diwaspadai adalah spekulasi yang dilakukan pengusaha-pengusaha yang masih beroperasi, bisa jadi mereka akan memanfaatkan situasi ini dengan menaikkan harga barang,” katanya.
Begitupun, dia mengaku kemungkinan hal tersebut terjadi sangat tipis karena masih banyak juga toko yang masih beroperasi. Beda halnya pada saat Lebaran karena lebih dari 80% tempat usaha tak beroperasi. “Ini merupakan hal yang biasa terjadi, jadi sama sekali tak membawa dampak yang cukup berarti pada perekonomian di Medan,” tandasnya. (daniel pekuwali)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *