M ARIFIN, EMPAT BULAN HIDUP DENGAN USUS DI LUAR PERUT

Malang nian nasib M Arifin (34),  warga Kampung Baru Dusun Dahlia Desa Telukbakung Kecamatan Tanjungpura Kabupaten Langkat ini. Pasalnya, selama 4 bulan terakhir ia hidup dengan usus di luar perut.

USUS  LUAR: M Arifin menjalani hidupnya  usus  luar perut. Arifin membutuhkan uluran tangan dermawan untuk biaya perobatan.

USUS DI LUAR: M Arifin menjalani hidupnya dengan usus di luar perut. Arifin membutuhkan uluran tangan dermawan untuk biaya perobatan.

Ironisnya, disamping melawan penyakit yang dideritanya itu, ayah enam anak  inipun hidup di bawah garis kemiskinan. Ya, peria yang megidap penyakit tumor pencernaan ini hanya bisa makan dari belas kasihan tetangga.

Ketika ditemui di rumah kontrakannya, Jumat (29/3),  Arifin sesekali terlihat membenahi kantong plastik yang dilekatkan pada ususnya. Itu dilakukan, agar cairan atau kotoran yang keluar dari ususnya tidak tumpah.

Menurut pengakuan Arifin, penyakit yang dideritanya ini berawal dari sakit perut. Awalnya, sakit perut itu dianggap biasa dan tidak terlalu dipikirkan. Namun belakangan, rasa sakit itu tak tertahankan, Arifin pun memilih untuk memeriksanya ke rumah sakit.

Begitu menjalani pemeriksaan, Arifin langsung kaget karena hasil pemeriksaan ia dinyatakan mengidap penyakit tumor. Terlebih lagi sebahagian usus yang melilit organnya harus diputus  dan dioperasi.

Demi mencari kesembuhan, Arifin memberanikan diri untuk menjalani operasi. Bermodalkan semangat dan kartu Jamkesmas, iapun menjalani operasi sebanyak dua kali di RSUP H. Adam Malik Medan, sekitart 5 Desember 2012 lalu. Hanya saja, Arifin terkejut setelah melihat ususnya berada di luar perut.
“Menurut dokter, usus saya ditempat di luar sebagai pengobatan atau masa penyembuhan. Dan dalam waktu enam bulan kemudian, usus saya akan dimasukkan kembali,” ujar Arifin dengan kondisi tubuh tampak lemah.

Seirng menanti operasi lanjutan itu, Arifin mengaku sudah tidak sanggup merawat ususnya yang berada di luar perut. “Selama ini saya memakai kantungan plastik. Dan hal itu sangat tidak nyaman. Kalau bisa, usus saya ini dalam waktu dekat bisa dimasukan kembali,” harapnya.

“Tapi pihak dokter menyarankan agar usus saya ini dimasukkan setelah enam bulan. Kini, sudah terhitung empat bulan dan menunggu dua bulan lagi rasanya sangat lama. Kalau saja ada biaya, saya sudah pergi ke rumah sakit untuk memasukkan usus ini,” ucapnya.

Tapi, keinginan itu terpaksa ditahan Arifin. Pasalnya, ia tidak memiliki biaya dan hanya berharap dari kartu Jamkesmas. “Sekarang ini jangankan untuk biaya makan di rumah sakit, untuk membiayai hidup sehari-hari saja saya sulit,” cetus Arifin, seraya berharap penyakitnya segera semibuh agar dapat memenuhi kebutuhan keluarganya.

Karena menurut Arifi, dengan kondisinya saat ini, ia  sulit untuk buang air besar dan sering sakit di perutnya. Dan sejak ope rasi itu iapun meninggalkan  pekerjaan serabutan  yang digelutinya untuk menghidupi keluarga  selama ini.  Sedangkan istrinya, Maryati (34) , terkadang turut bantu menghidupi suami dengan cara mocok mocok.

“Kami pasrah hanya bisa makan sehari sekali dan itupun mengharap belas kasihan tetangga,” ujar Maryati sambil menetskan air mata. Ironinya lagi, untuk membantu mencari nafkah keluarga, Arifin  merelakan  putranya,  Fatra (16) yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP  putus sekolah  untuk bekerja sebagai roomboy hotel  melati di Medan.

Tak hanya Fatra, lima anaknya yang lain dan masih duduk di  bangku klas III SMA serta SMP tidak lagi bersekolah. Lima dari enam anaknya saat ini membantu menjaga Arifin dan adik bungsu mereka yang bersuia 3 bulan. Arifin berharap, agar penyakit yang dideritanya ini dapat segera dioperasi kembali. Sehingga ia dapat beraktifitas seperti semula. “Ya mudah-mudahan impian saya ini dikabulkan,” harapnya.(dn/smg)
sumber: hariansumutpos

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *