WARGA SEI SIUR HADANG TRUK PENGANGKUT TANAH PLTU

Pangkalan Susu-andalas Sedikitnya 150-an warga Desa Sei Siur Kecamatan Pangkalan Susu, menghadang truk pengangkut tanah ke proyek PLTU, Selasa (26/2). Pasalnya, pihak perusahaan telah mengangkangi surat perjanjian sesuai dengan kesepakatan dengan warga Sei Siur, disaksikan Muspika Pangkalan Susu beberapa waktu lalu.

Syaiful (45), salah seorang warga Sei Siur saat ditemui andalas di lapangan mengatakan, warga Sei Siur saat ini sangat menderita setiap hari makan debu. Sementara, pihak perusahaan hanya meraup keuntungan semata. Bahkan saat hujan, jalan yang sudah berlobang bagai kubangan kerbau dan rawan kecelakaan.

Menurut Syaiful, pekan lalu seorang pengendera sepada motor terperosok ke lobang dan terpental. Akibatnya kakinya patah dan sampai saat ini belum perhatian dari pihak terkait untuk memperbaiki jalan provinsi ini yang menghubungkan Kecamatan Brandan Barat dengan Pangkalan Susu.

Melihat warga yang sedang emosi, dengan sigap aparat Polsek Pangkalan Susu turun ke lapangan untuk meredam, dan memanggil seorang tokoh masyarakat Desa Sei Siur, untuk berdialog agar tidak terjadi tindakan anarkis.Akhirnya disepakati, semua truk harus kembali ke gudang.

Truk baru boleh beraktifitas kembali setelan tuntutan warga dipenuhi. Seperti, menyiram jalan aspal sudah kering, membuang tanah tanah yang jatuh ke jalan. Setiap truk harus ditutup dengan terpal agar tanah jangan beterbangan ke udara dan setiap malan jalan harus disemprot.(DIN)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *