TERJEBAK DI TEMPAT ORANG MENINGGAL, PELAKU JAMBRET BONYOK

Dua pelaku jambret ini ketiban sial. Saat kabur dari kejaran massa, mereka terjebak di tempat orang meninggal di kawasan Jalan Perjuangan, Medan, Selasa (26/4) sekira pukul 22.00 WIB.

Alhasil, dua pemuda bernama Saifulloh Sipahutar (24) warga Jalan Pimpinan dan Ismail (25) warga Jalan Gurila Gang Glora, Kecamatan Medan Perjuangan ini, bonyok dikeroyok warga yang sedang melayat.

Dalam kondisi babak belur, mereka lalu diserahkan warga ke Polsek Medan Timur berikut barang buktinya. Sedangkan korbannya, Togi Supriadi (20) warga Marelan menyusul membuat laporan polisi.

Sebelumnya, kedua tersangka yang mengendarai sepeda motor di Jalan Perjuangan melihat korban yang berboncengan dengan temannya, Lizon M Nababan (21) warga Jalan Bahyangkara Percut Seituan, sedang menelpon di atas sepeda motor.

Melihat hal itu, timbul niat tersangka untuk merampas handphone blackberry yang sedang digunakan korban. Kedua pelaku mengejar korban. Setelah mendekat, dari belakang pelaku langsung merampas handphone korban.

Sadar handphonenya dirampas, korban bersama rekanya berusaha menggejar pelaku sambil berteriak rampok. Warga sekitar yang mendengar jeritan korban ikut menggejar pelaku.

Sekitar 500 meter dari TKP, pelaku yang menggendarai sepeda motor matic BK 3428 ADK terjebak di jalan yang sengaja ditutup warga karena ada tetangga mereka yang meninggal.

Warga yang sedang melayat begitu mengetahui kedua tersangka pelaku perampokan langsung menangkap dan memukulinya hingga babak belur. Anggota Polsek Medan Timur yang pada saat itu sedang melakukan Patroli Beat melihat keramaian warga langsung menyelamatkan pelaku dari amukan warga.

Selanjutnya pelaku bersama barang bukti sepeda motor milik pelaku dan korban di bawa ke Mapolsek Medan Timur.

Sedangkan handphone korban yang dirampas pelaku hilang karena dibuang tersangka. Polisi yang melihat luka yang dialami pelaku cukup parah, selanjutnya membawa mereka ke Rumah Sakit (RS) Bahyangkara, Medan.

Kepada polisi tersangka Ismail mengaku, sebelum menjambret handphone di Jalan Perjuangan, mereka juga telah melakukan aksi yang sama di wilayah  hukum Mapolsek Medan Baru.

“Tadi siang kami juga ada jambret handphone di inti kota, bang. Handphonenya sudah kami jual Rp200 ribu bang,” aku Ismail.Kanit Reskrim Polsek Medan Timur AKP Ridwan saat dikonfirmasi, membenarkan kejadian tersebut. (ACO)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *