PENGUNDIAN KIOS EKS KEBAKARAN PASAR SUKARAMAI RICUH

Medan-andalas Pengundian kios pedagang pasar tradisional eks kebakaran Sukaramai oleh Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan, Rabu (27/3) berujung ricuh. Pasalnya, para pedagang mencurigai Dirut PD Pasar ‘kongkalikong’ dengan investor sehingga menetapkan harga kios terlalu tinggi.

Pantauan wartawan di lokasi, ratusan pedagang eks kebakaran Pasar Sukaramai menolak pengundian yang hendak dilakukan PD Pasar di Balai Kelurahan Sukaramai II, Kecamatan Medan Area, Jalan Timah, Medan.

Saat pengundian, tampak seorang pedagang, P Siahaan melancarkan protes. “Bagaimana PD Pasar bisa melakukan pengundian, sementara kami eks korban kebakaran Pasar Sukaramai belum pernah diajak musyawarah,” ungkapnya yang disambut teriakan pedagang lainnya.

Pedagang lainnya, H Siregar, membeberkan, harga per kios yang ditawarkan PD Pasar jauh lebih lebih tinggi dibanding dengan pasar lainnya di Kota Medan. “Kesepakatan harga ini saja belum ada antara PD Pasar dengan pedagang korban eks kebakaran. Kenapa PD Pasar sudah mengundi,” tanya Siregar.

Menanggapi hal itu, petugas pengundian PD Pasar mengatakan, soal harga bisa dibicarakan setelah pelaksanaan pengundian. “Yang penting kita laksanakan dulu pengundian ini,” ungkap petugas itu. Tapi alasan itu ditolak pedagang sehingga membuat suasana chaos. Pedagang kemudian menuding Dirut PD Pasar Benny Sihotang ‘kongkalikong’ dengan investor (pengembang) dengan tujuan memperkaya diri.

“Di mana Dirut sekarang. Kenapa dia tidak hadir? Ini sinyal adanya kongkalikong antara Dirut dan investor, sehingga tak berani menemui pedagang,” teriak salah seorang pedagang.

Kericuhan itu menyebabkan pengundian kios eks kebakaran Sukaramai gagal. Salah seorang perwakilan PD Pasar akhirnya menegaskan, PD Pasar akan terlebih dahulu melakukan musyawarah dengan pedagang.

“Setelah ada mufakat baru pengundian kita gelar kembali,” ucapnya.

Terpisah, Ketua Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Sukaramai Medan Mardi Chaniago, mengatakan, untuk kesepakatan harga per kios memang belum pernah dilakukan pihak PD Pasar. Sebab, saat sosialisasi pembangunan pasar tidak pernah dibicarakan soal harga dan ukuran kios.

Dia juga membenarkan, tingginya harga kios yang dibandrol PD Pasar kepada pedagang tradisional eks kebakaran Sukaramai. “Tentunya ini akan sangat merugikan pedagang korban kebakaran,” tegasnya.

Diterangkannya, kalau harganya dibandrol sama rata dengan pedagang lainnya yang bukan korban eks kebakaran Sukaramai, itu artinya pihak PD Pasar tidak amanah dalam menjalankan tugas yang berpayung pada Perda.

Terkait hal itu, Dirut PD Pasar Benny Sihotang ketika dikonfirmasi melalui selulernya belum berhasil. Saat dihubungi, meski nada tersambung, tak berbalas. Begitu juga saat dikirim pesan singkat (SMS) terkait dugaan ‘kongkalikong’ dengan investor, juga tak diperoleh jawaban.(HAM)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *