BPPOM TAK TEMUKAN PERMEN KARET PERANGSANG DI MEDAN

Medan-andalas Terkait maraknya situs penjual permen karet yang diduga mengandung obat perangsang gairah (libido) dan membuat wanita menjadi terangsang seperti yang di klaim di situs-situs penjualnya. Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Medan melakukan pengawasan ke swalayan, toko-toko retail. Namun tidak ditemukan jenis permen karet tersebut di Medan.

“Kami sudah melakukan pengawasan ke retail tapi tidak ditemukan. Itu dijual melalui situs online dan tetap kita pantau,” kata Kabid Pemeriksaan dan Penyelidikan BBPOM di Medan Setia Murni,  Selasa (26/3) yang dihubungi melalui telepon.

Jika ditemukan di pasaran apabila tidak memiliki izin edar, sebutnya, maka produk apapun itu akan diamankan dan ditindak lanjuti. “Bisa saja memakai obat perangsang atau obat kimia tetapi harus dilakukan pengujian dilaboratorium,” imbuhnya.

Mengantisipasi beredarnya permen karet tersebut, lanjutnya, pihaknya sudah melakukan penyuluhan kepada konsumen dan pelaku usaha melalui talkshow-talkshow di televisi, radio dan media massa lainnya.

“Kita sudah melakukan penyuluhan-penyuluhan untuk antisipasi ini,” ujarnya.

Sementara menurut Kepala BBPOM Medan I Gde Nyoman Suandi mengatakan permen karet yang mengandung obat perangsang sangat tidak baik jika dikonsumsi anak-anak. “Jika dikonsumsi anak dibawah umur maka akan memacu metabolisme dalam tubuh tidak normal,” katanya.

Jika dikonsumsi orang dewasa atau umur pensiunan, lanjutnya, akan berpengaruh pada naiknya tekanan darah secara tidak normal dan bisa berefek pada jantung. “Juga berpengaruh pada ginjal dengan adanya mekanisme penegangan otot organ yang terpacu secara tidak normal,” terangnya.

Untuk itu, dia meminta masyarakat untuk tidak mengonsumsi permen karet perangsang libido wanita. Selain tidak terdaftar di BPOM, juga dianggap beresiko bagi kesehatan. Dalam UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan pada pasal 140 menyatakan, setiap orang yang memproduksi dan memperdagangkan pangan yang dengan sengajatidak memenuhi Standar Keamanan sebagaimana dimaksud dalam pasal 86 ayat 2 dipidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp 4.000.000.000.

“Perbuatan mengedarkan produk permen itu melanggar UU No. 18 tahun 2012 tentang Pangan,” tegas I Gde. Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Sumut Jumsadi Damanik yang dihubungi menyatakan untuk menutup situs tersebut, sudah ada dirjen khusus di Kominfo pusat.

Disinggung mengenai penyuluhan atau sosialisasi ke sekolah-sekolah, Jumsadi menuturkan, ada Badan Narkotika Nasional (BNN) yang sudah mencakup semuanya. “Kita hanya memfasilitasi saja jika dinas lain memerlukan seperti untuk pertemuan dengan media, kalau BNN mau jumpa pers dengan media, kita yang fasilitasi. Jadi kita tidak sampai ke materinya,” katanya. (YN)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *