UMAT KATOLIK IBADAH KAMIS PUTIH

Magelang (ANTARA News) – Umat Katolik di Kota Magelang, Jawa Tengah, menjalani ibadah Kamis Putih di berbagai gereja setempat, Kamis malam, sebagai rangkaian Pekan Suci Paskah 2013.

Misa kudus Kamis Putih di Gereja Santa Maria Fatima di Jalan Ahmad Yani Kota Magelang dipimpin oleh Romo Bonivasius Benny Bambang Sumintarto.

Ibadat itu untuk mengenang ketika Yesus mengadakan perjamuan terakhir bersama para.murid, sebelum menjalani penyaliban.

Pada kesempatan itu, diperagakan pula pembasuhan kaki yang pernah dilakukan Yesus terhadap 12 muridnya sebelum perjamuan terakhir tersebut.

Peragaan itu dilakukan oleh Romo Benny terhadap 12 perwakilan umat gereja paroki setempat.

Selain itu, juga ditandai dengan prosesi yang dinamakan adorasi, berupa perarakan hosti suci oleh Romo Benny didampingi para prodiakon dan misdinar.

Prosesi adorasi itu berawal dari altar misa, kemudian melewati deretan tempat duduk umat di dalam gereja dan sekitarnya, untuk selanjutnya penahtaan hosti itu di tabernakel.

“Peristiwa ini menjadi misteri cinta kasih Allah kepada manusia yang tidak terbatas. Kita belajar dari peristiwa ini dimana Yesus melayani secara total,” kata Romo Benny dalam khotbahnya.

Ia mengemukakan pentingnya umat mengembangkan sikap rendah hati sebagaimana telah dilakukan Yesus melalui peristiwa pembasuhan kaki terhadap para murid sebelum perjamuan terakhir, yang menjadi awal tradisi umat Katolik melaksanakan misa kudus hingga saat ini. Pada kesempatan itu, ia juga mengemukakan bahwa umat Katolik tidak cukup hanya mengikuti perayaan ekaristi atau misa kudus, namun mereka juga membawa pesan kebaikan Allah itu ke dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita diajak untuk saling mencintai seperti Yesus mencintai umatnya. Saat ini harga cinta kasih begitu mahal, harga kejahatan begitu murah. Memang butuh waktu, pikiran, dana, dan pengorbanan untuk mencintai sesama, tetapi hal itu bukan halangan untuk memuliakan Tuhan,” katanya.

Pembasuhan kaki oleh Yesus kepada para murid, katanya, sebagai wujud kerendahan hati dan pelayanan kepada sesama.

Setelah misa Kamis Putih itu, umat secara berkelompok bergantian tuguran di depan tabernakel, tempat hosti suci disemayamkan.(Ant)

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *