TIGA BANGUNAN DI MANDALA BY PASS DIBONGKAR PAKSA

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-Tiga unit bangunan rumah toko  (ruko) yang  tengah dalam proses pembangunan di dua lokasi  berdekatan di Jalan Mandala By Pass Kelurahan Tegal Sari  Mandala I, Kecamatan Medan Denai, dibongkar Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan,  Rabu (27/3) siang. Pembongkaran dilakukan karena ketiga bangunan ruko ini terbukti  dibangun tanpa  Surat Izin Mendirikan Bangunan.

“Ketiga unit bangunan ruko ini harus kita bongkar sebab pembangunannya telah melanggar Perda Kota Medan No.9 Tahun 2002 tentang  retribusi  Izin Mendirikan Bangunan. Artinya, bangunan ini tidak memiliki SIMB,” kata  Kabid Pemberdayaan dan Pemanfaatan Tata Ruang Dinas TRTB Ali Tohar.

Dijelaskan Ali Tohar lagi, pihaknya tidak langsung main bongkar. Sebelumnya, pemilik bangunan telah diberi surat peringatan tiga kali. Dalam surat peringatan  pemilik bangunan diminta untuk menghentikan proses pembangunan dan membongkar sendiri bangunannya yang telah  melanggar peraturan tersebut.

“Namun surat kita ternyata tidak diindahkan pemilik bangunan. Meskipun sudah jelas-jelas melanggar peraturan namun pemiliknya tidak peduli dan terus melanjutkan pembangunan. Lihat saja ketika kita datang hari ini, proses pembangunan masih berlanjut. Jadi pembongkaran yang kita lakukan ini untukl menegakkan Perda No.9 Tahun 2002,” jelasnya.

Pembongkaran pertama dilakukan terhadap dua unit bangunan ruko yang berada di Jalan Mandala By Pass, persisnya sudut kanan masuk Jalan Tangguk Bongkar IX.

Begitu tiba di lokasi, Ali Tohar langsung memerintahkan seluruh pekerja untuk menghentikan pekerjaan. Para pekerja diminta mengosongkan lokasi karena bangunan akan dibongkar.

Setelah itu, Ali Tohar membawa anggotanya  membongkar satu unit bangunan ruko yang lokasinya persis di depan dua unit bangunan ruko yang baru saja dibongkar tersebut .Walaupun tidak memiliki SIMB namun pemilik telah memulai proses pembangunan dengan mendirikan dinding samping kiri dan kanan.

Karenaya Ali Tohar langsung memerintahkan anggotanya untuk membongkar kedua dinding yang tingginya hampir 4 meter tersebut. Namun  anggota Ali Tohar kesulitan untuk melakukan pembongkaran, sebab dinding yang baru dibangun  berdempetan langsung dengan dinding  rumah warga yang berada di sebelahnya.  Meski demikian anggota Ali Tohar tidak kenal menyerah, mereka terus berupaya melaukan pembongkaran.

Selain merubuhkan dinding bagian atas, anggota Ali Tohar juga menghancurkan seluruh perancah kayu yang dipakai membangun dinding bagian atas. Setelah itu Ali Tohar minta kepada pemilik bangunan untuk  tidak meneruskan kembali pembangunan sebelum memiliki SIMB.

“Jadi sebelum ada SIB, bangunan ini tidak boleh dikerjakan kembali!”  tegasnya. (ton/tribun-medan.com)
sumber: medan.tribunnews

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *