SARAPAN TINGGI PROTEIN AGAR LANGSING

Sarapan telur dapat melangsingkan dan menghentikan kebiasaan mengemil di malam hari.

MISSOURI – Menyantap makanan tinggi protein seperti telur atau steak  sapi tanpa lemak ketika sarapan akan membuat Anda langsing, menurut para ahli dari Univesitas Misssouri, Amerika Serikat. Diet protein ini juga akan menghentikan kebiasaan mengemil makanan tak sehat di malam hari.

Dalam The American Journal of Clinical Nutrition, para peneliti menjelaskan sarapan kaya protein secara signifikan meningkatkan kontrol nafsu makan dan mengurangi mengemil makanan tinggi lemak atau tinggi gula di malam hari.

Heather Leidy, asisten profesor di Department of Nutrition and Exercise Physiology universitas tersebut mengatakan sarapan yang tepat bisa menjadi kunci untuk memecahkan krisis obesitas di AS. Saat ini, ada lebih 25 juta kaum muda AS kelebihan berat badan atau obesitas, Daily Mail melaporkan Rabu (27/3).

Leidy adalah yang peneliti pertama yang menguji dampak konsumsi sarapan terhadap nafsu makan di siang hari dan mengemil malam hari pada kaum muda yang biasa melewatkan sarapan.

Dalam studi, Leidy meneliti 20 remaja perempuan yang kelebihan berat badan atau obesitas. Partisipan berusia 18-20 tahun ini dibagi dalam kelompok yang melewatkan sarapan, mengkonsumsi sarapan tinggi protein yang terdiri dari telur dan daging sapi tanpa lemak, dan menyantap makanan protein siap saji seperti sereal.

Setiap sarapan mengandung 350 kalori dan cocok untuk diet lemak, serat, gula, dan kepadatan energi. Sementara, yang dimaksud dengan sarapan tinggi protein adalah yang mengandung 35 gram protein. Kemudian, peserta menyelesaikan kuesioner dan memberikan sampel darah sepanjang hari.

Sebelum makan malam, otak mereka dipindai dengan pencitraan magnetik resonansi fungsional (fMRI) untuk melacak sinyal otak yang mengontrol motivasi makan dan penghargaan yang mendorong perilaku makan.

Sarapan tinggi protein meningkatkan rasa penuh atau “kenyang” dengan menurunkan aktivitas otak yang bertanggung jawab untuk mengontrol keinginan untuk mengunyah makanan.

Studi menunjukkan partisipan yang sarapan tinggi protein juga mengurangi mengemil makanan tinggi lemak dan tinggi gula pada malam hari dibandingkan mereka yang melewatkan sarapan atau menyantap sereal.

“Mengonsumsi sarapan kaya protein berdampak dorongan untuk makan siang lebih  lambat, ketika orang lebih mungkin mengonsumsi kudapan tinggi lemak atau tinggi gula,” ujar Leidy.

“Data ini menunjukkan bahwa makan sarapan kaya protein adalah salah satu strategi yang potensial mencegah makan berlebihan dan meningkatkan kualitas diet dengan mengganti camilan yang tidak sehat dengan makanan sarapan berkualitas tinggi.”

Orang yang biasanya melewatkan sarapan mungkin skeptis tentang mengkonsumsi makanan di pagi hari. Namun, Leidy mengatakan hanya membutuhkan waktu sekitar tiga hari bagi tubuh untuk menyesuaikan diri dengan makan pagi hari.

Peserta penelitian makan telur dan makanan berbahan daging seperti burrito atau wafel berbahan telur dengan saus apel dan sosis sapi patty sebagai bagian dari sarapan tinggi protein. Namun, Leidy juga menyarankan makan yogurt Yunani, keju tawar, atau babi tanpa lemak sebagai alternatif untuk mendapatkan protein 35 gram.

Penelitian akan dilanjutkan untuk mengecek apakah teratur sarapan protein tinggi meningkatkan manajemen berat badan pada kaum muda. Apalagi, penelitian lain menunjukkan sekitar 60 persen kaum muda AS melewatkan “makanan yang paling penting sepanjang hari”.
sumber : shnews

This entry was posted in Berita, Informasi Kesehatan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *