PEMERINTAH SIAPKAN SUBSIDI TIKET

KRL Ekonomi tetap dihapus.

JAKARTA – Pemerintah menetapkan penghapusan KRL ekonomi dilakukan secara bertahap dan ditargetkan dilaksanakan pada Juli 2013, seiring dengan rencana implementasi sistem e-ticketing terpadu. Namun, pemerintah tetap akan memberikan subsidi tiket bagi penumpang golongan menengah ke bawah atau tidak mampu.

Anggota Komisi V DPR dari Fraksi PKS, Yudi Widiana Adia, ketika dihubungi SH, Kamis (28/3) pagi, menilai kebijakan pemerintah selaku regulator transportasi tidak populer karena akan mengganti layanan KRL ekonomi. Namun sebagai konsekuensinya, pemerintah harus menjamin betul bahwa tetap ada subsidi tarif bagi penumpang yang berkategori tidak mampu.

“Ini jelas sudah amanat UU. Kendati akan dibuat mekanisme tarif yang nantinya akan disesuaikan dengan kondisi pasar, tetap harus ada subsidi bagi mereka yang tidak mampu,” tuturnya.

Menurut Yudi, pemerintah bersama operator KA mempunyai waktu dua bulan ke depan untuk serius membuat desain dan mekanisme tarif kartu khusus serta penyempurnaan e-ticketing terpadu supaya tidak salah sasaran. “Harus dipahami juga, penghapusan ini tidak serta-merta menunjukkan ketidakberpihakan terhadap masyarakat ekonomi lemah, tetapi sebagai upaya agar masyarakat mendapatkan pelayanan dan kenyamanan yang sama serta subsidi diberikan langsung kepada masyarakat berpenghasilan rendah,” tuturnya.

Terpisah, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Tundjung Inderawan, di Jakarta, Rabu (27/3) siang, mengatakan, layanan KRL ekonomi belum akan dihapuskan April 2013. “Kami tengah mempersiapkan sistem e-ticketing terpadu yang targetnya rampung Juni. Selain itu, kami tengah menggodok formulasi subsidi tiket bagi penumpang yang tidak mampu (memiliki kartu identitas tidak mampu). Sebisa mungkin kami akan upayakan agar penumpang yang tidak mampu tetap terlayani dengan tarif yang terjangkau,” katanya.

Menurutnya, kesepakatan penundaan penghapusan KRL ekonomi yang direncanakan PT KAI mulai 1 April 2013 merupakan hasil dari rapat bersama yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, antara lain PT Kereta Api Indonesia, PT KAI Commuter Jabodetabek, Kementerian BUMN, kepolisian, Masyarakat Transportasi Indonesia, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, dan pakar transportasi.

Tundjung memastikan, sampai rampungnya sistem e-ticketing terpadu dan formulasi subsidi bagi kalangan tidak mampu, KRL ekonomi tetap beroperasi sesuai jadwal. Dia menjelaskan, penerapan kartu khusus bagi penumpang ekonomi dalam sistem e-tiketing bertujuan agar penggunaan dana subsidi bagi kereta ekonomi tepat sasaran. Penerapan kartu khusus akan dijalankan bila integrasi sistem e-ticketing telah dipersiapkan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Pada tahap awal penerapan kartus khusus bagi penumpang yang tidak mampu akan diberlakukan pada saat sistem e-tiketing diterapkan pada KRL perkotaan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Artinya, pemerintah tetap akan memberikan dana subsidi hanya kepada penumpang KA tidak mampu yang memiliki kartus khusus sehingga dana subsidi tepat sasaran. “Hanya mekanisme yang berubah. Dulu memberikan PSO kepada seluruh penumpang ekonomi massal dan campur aduk. Namun, sekarang hanya kepada yang membutuhkan,” katanya.

Berpotensi Bocor

Ketua Forum Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno mengungkapkan, dalam pelaksanaan bantuan subsidi bagi penumpang tidak mampu memang berpotensi akan terjadi kebocoran. Sangat dimungkinkan, pengguna jasa akan berbondong-bondong membuat kartu identitas tidak mampu demi mendapatkan hak tiket murah. Diketahui, saat ini jumlah penumpang KRL ekonomi mencapai 150.000 orang. Akan tetapi angka tersebut secara keseluruhan merupakan kategori tidak mampu.

“Memang potensi (kebocoran) pasti ada, namun biarkan seleksi akan terjadi dengan sendirinya. Nanti, kita akan tulis di setiap stasiun, subsidi tiket hanya diberikan untuk orang miskin. Karena itu, kami harapkan pengguna jasa bekerja sama untuk menjadi filtrasi. Jika ada yang mengada-ada biarkan sanksi sosial yang menghukumnya,” jelas Djoko.

Pengamat transportasi yang juga Ketua Bidang Advokasi MTI Darmaningtyas membenarkan ada dua alternatif terkait banyaknya protes atas rencana penghapusan KRL ekonomi. Pertama, menurut PT KAI kan ada yang dinaikkan harganya, tetapi ada yang diturunkan. Jadi sistemnya single tarif. “Tarif mungksin saja ketemu di tengah, Rp 6.000-7.000. Kedua, tetap seperti sekarang tarifnya tetapi subsidi tepat orang. Subsidinya digunakan untuk pengguna KRL ekonomi yang memang benar tidak mampu,” tuturnya.

Direktur Utama PT KAI, Ignasius Jonan saat menerima kunjungan anggota Komisi XI DPR di Bandung, Rabu siang, mengatakan, PT KAI tetap akan menghentikan pengoperasian KRL ekonomi. Sebagai gantinya, penumpang bisa beralih ke KRL AC yang telah dioperasikan melalui KRL Commuter Line bertarif Rp 9000.

Ia berdalih dihentikannya pengoperasian KRL ekonomi Jabodetabek bertujuan untuk kenyamanan dan keselamatan penumpang. “Usia sarana KRL ekonomi sudah 40 tahun. Suku cadangnya sudah sulit diperoleh karena usianya sudah tua. Risikonya besar jika tetap dioperasikan,” katanya.

Rencana penghapusan KRL ekonomi per 1 April 2013 terus menuai kecaman. Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Febi Yonesta, di kantor LBH, Jakarta, Rabu siang menyatakan, penghapusan KRL ekonomi yang kemudian diganti dengan KRL AC dikhawatirkan bakal menimbulkan gejolak sosial di masyarakat.

“Harusnya pemerintah dapat memberikan subsidi kepada masyarakat yang kurang mampu agar mereka dapat membayar tarif yang telah ditetapkan. Kami juga menghawatirkan jika penolakan tersebut dapat mengarah ke tindakan anarkis,” ujarnya.

Hal senada juga dilontarkan Tari, perwakilan dari Persatuan Penumpang dan Pengguna Jasa Angkutan KRL Ekonomi jalur Bekasi-Jakarta Kota yang hadir di kantor LBH. Ia mengatakan, pihaknya menolak besarnya biaya perjalanan KRL AC yang dinilai cukup mahal seandainya KRL ekonomi jadi dihapus. ”Dalam hal ini sepertinya PT KAI tidak memikirkan mana masyarakat yang mampu dan mana yang tidak,” tegasnya. (Didit Ernanto/CR-36)
sumber:shnews

 

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *