MENDAGRI BELUM IZINKAN PENGIBARAN BENDERA GAM

Bendera Aceh dikibarkan berdampingan dengan Bendera Merah Putih, tapi posisinya harus lebih rendah

BANDA ACEH – Meskipun bendera bulan bintang telah ditetapkan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) sebagai bendera provinsi Aceh, namun pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri belum mengizinkan bendera yang ditetapkan dalam Qanun Nomor 3 Tahun 2013 dikibarkan.

Informasi yang diterima SH, larangan pengibaran bendera milik Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tersebut disampaikan Dirjen Otda Kemendagri melalui surat bernomor 001.03/2065/Otda yang dikirimkan melalui faksimili kepada pemerintah Aceh, Selasa (26/3) sore.

Dalam surat tersebut Dirjen Otda Djohermansyah Djohan meminta agar Bendera Bulan Bintang jangan dulu dikibarkan di Provinsi Aceh sebelum mendapat klarifikasi dari Menteri Dalam Negeri. Selain itu, Djohermasyah juga meminta pemerintah Aceh segera mengirimkan Qanun yang telah disahkan DPRA pada 22 Maret 2013 ke Kemendagri untuk diklarifikasi.

Sebelumnya, Ketua Badan Legislasi DPRA, Abdullah Saleh, Senin (25/3) menyebutkan, sejak Senin (2/3), bendera bulan bintang telah bisa dikibarkan karena telah masuk dalam Lembaran Aceh Nomor 3 Tahun 2013.

“Qanun tentang bendera dan lambang Aceh telah berlaku sah menurut hukum sesuai Pasal 233 Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA),” sebut politikus Partai Aceh (PA) tersebut.

Abdullah Saleh mengaku, karena Qanun bendera telah dimasukkan dalam lembaran daerah, bendera telah dapat dinaikkan, “Namun, pengibaran bendera membutuhkan beberapa persiapan seperti mempersiapkan bendera dan tiangnya. Untuk pengibarannya, bendera Aceh dikibarkan berdampingan dengan Bendera Merah Putih, tapi posisinya harus lebih rendah,” jelas Abdullah Saleh.

Sementara itu, setelah DPRA menetapkan Bendera Bulan Bintang sebagai Bendera Aceh, pengibaran bendera tersebut semakin meluas di sejumlah kabupaten/kota di Aceh. Pada Selasa (26/3), warga di Kabupaten Aceh Timur, Aceh Utara, Lhokseumawe, Pidie, Nagan Raya dan sejumlah daerah lainnya terus mengibarkan bendera tersebut.

Bahkan, di Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, puluhan pemuda menaikkan bendera tersebut di lapangan bola Tgk Chik Mohd Thaeb, Kota Peureulak. Pengibaran bendera sempat menarik perhatian warga setempat. “Banyak yang memberi hormat saat bendera dinaikkan, bahkan anak-anak sekolah yang sedang bermain di lapangan,” sebut Syukri, seorang warga Peureulak.

Syukri mengatakan, setelah prosesi penaikan Bendera Bulan Bintang selesai dilaksanakan, ratusan warga dengan berbagai jenis kendaraan bermotor berkonvoi sambil menaikkan bendera hingga ke perbatasan Aceh dengan Sumatera Utara.

“Saya lihat, banyak warga yang ikut berdiri ke pinggir jalan saat peserta konvoi melewati permukiman penduduk,” jelas Syukri.

Tidak hanya di daerah, di Kota Banda Aceh, Bendera Bulan Bintang juga sempat diarak sejumlah mantan anggota GAM. Bahkan, bendera tersebut juga dinaikan di rumah yang pernah menjadi tempat tinggal deklarator GAM, Teungku Muhammad Hasan Ditiro sebelum dirinya meninggal.

Seorang penjaga rumah yang terletak di Lamteumen, Banda Aceh, Syabudi mengaku dirinya bersama sejumlah mantan GAM yang lain telah menaikkan bendera sejak pagi hari.

“Tadi pagi kami naikkan, kami menaikkan setelah mengetahui kalau Qanun tentang bendera telah dimasukkan dalam lembaran daerah,” kata Syabudi.
sumber : shnews

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *