KPK SEGERA DALAMI INDIKASI KARTEL BAWANG

KPK menerima segala bentuk pengaduan terkait segala persoalan korupsi di negeri ini.

PEKANBARU – Komisi Pemberantasan Korupsi segera mendalami indikasi adanya kartel bawang seperti yang dilaporkan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) pada beberapa pekan lalu.

“Dua pekan lalu, KPPU sempat datang ke KPK untuk berdiskusi soal indikasi adanya kartel bawang itu. KPK akan melakukan pendalaman atau kajian, namun untuk sekarang belum dilakukan,” kata juru bicara KPK Johan Budi kepada Antara Pekanbaru per telepon, Kamis (28/3).

Menurut Johan, kedatangan KPPU ke KPK ketika itu memang tidak disertai dengan dokumen-dokumen yang menguatkan adanya kartel bawang yang merupakan penyebab harga bahan bumbu masakan itu tidak stabil atau diduga diatur oleh sekelompok orang.

“Tapi KPK tetap akan menerima segala bentuk pengaduan dan bisa saja akan didalami atau dilakukan pengkajian. KPK akan berupaya maksimal untuk mengungkap segala persoalan korupsi di negara ini,” katanya.

Hal juga menyangkut indikasi kartel bawang, namun pengkajian memang belum dilakukan, tapi nanti. “Sekarang terkait kebutuhan pokok masyarakat, KPK masih fokus pada sapi,” katanya.

Khusus pada kasus dugaan korupsi impor sapi, KPK sebelumnya telah menetapkan beberapa orang sebagai tersangka.

Salah satunya mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq yang akhirnya juga ditetapkan sebagai tersangka dalam Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sejak 25 Maret 2013.

Sebelumnya, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengaku juga sedang melakukan pemeriksaan intensif terhadap dugaan adanya persaingan usaha tidak sehat dalam hal penyediaan bawang di Tanah Air.

“Untuk sementara dugaan sangat kuat terjadi pelanggaran persaingan usaha bahwa ada pelanggaran aspek pidana sedang kami selidiki, belum bisa saya sampaikan,” kata Ketua Komisioner KPPU, Nawir Messi di Jakarta, beberapa waktu lalu.
sumber : shnews

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *