HUKUMAN PELAKU PEMERKOSA HARUS DITAMBAH

[JAKARTA] Ancaman hukuman perkosaan tidak berubah dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) KUHP. Dalam KUHP yang berlaku sekarang, ancaman hukuman bagi tindak perkosaan yang disertai kekerasan terhadap  seorang wanita ditentukan paling tinggi 12 Tahun penjara.

Namun dalam prakteknya vonis yang dijatuhkan Hakim terhadap kasus perkosaan sangat rendah, jauh dari besaran hukuman maksimal. Melihat dinamika masyarakat dimana kesadaran hukumnya semakin meningkat, ancaman hukuman maksimal terhadap kasus perkosaan seyogyanya juga harus meningkat.

“Misalnya, menjadi 15 Tahun. Hal tersebut guna menimbulkan effek jera.¬† Apalagi rasa solidaritas utk melindungi kaum wanita dari pelecehan seksual juga semakin meluas sekarang,” kata anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Martin Hutabarat, Kamis (28/3).

Namun demikian, dalam kenyataannya saat ini, dalam RUU KUHP yang diajukan Pemerintah ke DPR, ancaman hukuman terhadap tindak pidana perkosaan, tidak mengalami peningkatan. Ancaman hukumannya tetap, yakni paling tinggi 12 tahun penjara.

“Kebijakan harus peka terhadap rasa keadilan masyarakat yang semakin meningkat, yang berusaha untuk melindungi kehormatan kaum wanita dari pelecehan seksual,” kata anggota Komisi III DPR RI itu. [Y-7]
sumber: suarapembaruan

This entry was posted in Berita, Berita Pilihan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *