DIDUGA CEMBURU, KORBAN SENGAJA MEMBAKAR DIRI

[JAKARTA] Kebakaran yang terjadi di sebuah ruang kerja di area PT PT Indah Cargo Logistic, Jalan H. Karim, Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, pada Rabu (27/3), diduga sengaja dilakukan oleh korban tewas, Mochamad Zikra (30).

Dugaan tersebut berdasarkan di lokasi kejadian terdapat empat buah botol air mineral berukuran 1,5 liter yang berbau bensin.

Selain itu, tidak ada lagi yang terbakar di area perusahaan tersebut. Bahkan, ruang kantor tempat ditemukannya Zikra dalam keadaan terbakar pun tidak ludes seluruhnya.

“Hanya satu unit komputer, AC dan kertas-kerta arsip kantor yang turut terbakar,” kata Kapolsek Cipayung, Kompol Ua Triyono saat dihubungi SP, Rabu (27/3).

Ua mengungkapkan, aksi nekat Zikra yang berkerja di bagian keuangan perusahaan itu dipicu asmara. Meski demikian, Ua menyatakan, pihaknya harus mendalami kembali dugaan tersebut.

“Saksi bernama Nadia menyebut diperkirakan ada hubungan asmara yang memicu peristiwa ini,” katanya.

Nadia (32) merupakan salah seorang saksi yang mengetahui peristiwa ini. Menurut Ua, sekitar pukul 17.30 WIB, Nadia yang bekerja di ruangan sebelah lokasi mendengar teriakan korban Santi Diosaka Gumelar (26) dan Nuroh (25), dua karyawati PT Indah Cargo Logistic yang turut menjadi korban luka bakar dalam peristiwa itu. Mendengar teriakan itu, Nadia segera berlari ke ruang sebelah.

Saat melihat kedua rekannya telah terbakar, Nadia berusaha menarik tangan Santi agar menjauh dari Zikra yang telah terbakar.

“Dia mencoba menolong dengan menarik tangan korban Santi,” kata Kapolsek Cipayung Ua Triyanto kepada SP, Rabu (27/3).

Ua menuturkan, usaha pertolongan yang dilakukan Nadia tidak berhasil, karena Santi ditarik kembali oleh Zikra yang sudah terbakar. Nadia terpaksa melepaskan tarikannya di tangan Santi karena takut turut terbakar.

Beberapa saat kemudian, setelah berusaha keras, Santi dan Nuroh berhasil melepaskan diri dari pegangan Zikra dan lari keluar ruangan. “Tapi keduanya sudah mengalami luka bakar,” kata Ua.

Ketiga korban, termasuk Zikra, kata Ua, sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Rebo Jakarta Timur.

Namun, nyawa Zikra tak tertolong, sementara Santi dan Nuroh harus dirawat secara intensif karena mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuhnya.

“Ketiga korban dilarikan ke RS Pasar Rebo, Jakarta Timur, tetapi sesampainya di rumah sakit, korban Zikra meninggal dunia,” kata Ua. [F-5]
sumber: suarapembaruan

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *