BURUH BRASTAGI SUPERMARKET UNJUK RASA LAGI

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN –  Ratusan buruh Brastagi Supermarket yang berada di Jalan Gatot Subroto Medan kembali melakukan aksi unjuk rasa, Selasa, (26/3/2013). Aksi ini merupakan aksi yang ketiga kalinya selama kurun waktu dua Minggu terakhir. Jumlah massa yang melakukan aksi juga tampak lebih banyak lagi. Mereka juga tidak segan segan melakukan pemblokiran pintu masuk Supermarket.

Pimpinan Aksi, Kusmadi mengatakan jika dalam aksi ini mereka melakukan aksi mogok kerja, hal ini dilakukan karena melihat banyaknya masalah yang dihadapi oleh pekerja. Mereka yang tergabung dalam serikat Buruh Merdeka Indonesia (SBMI) ini mengajukan permohonan kepada Pimpinan perusahaan agar melaksanakan isi dari peraturan yang sudah tertulis dalam UU No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

“ Kami sebagai buruh Supermarket Brastagi Medan CV Sumber Segar Utama berharap agar kami bisa mendapat hak hak kami yang sesuai dengan Undang Undang, Saat ini itu apa yang kami rasakan belumlah demikian, seperti api jauh dari panggang,”ujar Kusmadi.

Ia mengatakan jika saat ini masih banyak pekerja yang menjadi buruh kontrak. Hak hak normative juga belum didapatkan sepenuhnya. Tidak hanya itu buruh perempuan yang menikah diwajibkan untuk mengundurkan diri dari perusahan.

“ banyak sekali disini penindasan, apabila buruh terkena sanksi SP maka upahnya itu tidak akan naik. Kami buruh juga tidak pernah mendapakan slip gaji,”kata Kusmadi.

Dalam aksi ini mereka juga menginginkan agar Naval Sinabutar diperkejakan kembali. Ia dipecat karena masuk kedalam salah satu pengurus SBMI. Sementara itu Pihak Managemen Perusahaan ketika ditemui wartawan tidak ada yang bersedia dikonfirmasi. Salah satu Karyawan yang enggan menyebutkan namanya mengatakan jika pimpinan mereka sedang sibuk.

Pantauan tribun aktifitas Supermarket tampak berjalan normal. Ratusan pengunjung juga masih tampak berdatangan untuk berbelanja. Namun walaupun demikian tetap saja Supermarket tampak sepi karena berkurangnya para pekerja. Aksi mogok kerja itu tidak diikuti oleh seluruh pekerja.

Aksi ini tetap berlangsung damai. Banyaknya jumlah buruh yang melakukan aksi membuat arus lalulintas disekitar lokasi tampak manjadi macat. Kondisi ini diperparah dengan adanya aksi parkir kendaraan sepeda motor yang dilakukan oleh buruh. Bahkan mereka tak segan juga memarkirkan kendaraannya didepan pintu masuk supermarket.(dra/tribun-medan.com)
sumber: medan.tribunnews

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *