BOCAH ENAM TAHUN DIPERKOSA DAN DIBUNUH DI BANDA ACEH

BANDA ACEH, KOMPAS.com — Seorang bocah berusia enam tahun ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di Desa Peulanggahan, Kecamatan Kuta Raja, Banda Aceh, Rabu (27/3/2013). Kepalanya ditemukan terpisah dari badan. Tak hanya itu, sebelum dibunuh, bocah ini pun mengalami perkosaan.

Bocah bernama Dna adalah anak semata wayang dari pasangan Mwr dan Mw. Sebelum dicabuli dan dibunuh, Dna sebelumnya sempat dibawa jalan-jalan oleh paman tirinya sendiri, Hsb (20) dan seorang temannya Am (19).

Setelah membawa jalan-jalan di seputaran Kota Banda Aceh, pada Selasa (19/3/2013) malam, korban diperkosa di semak-semak di Desa Pelanggahan, kemudian dibunuh.

“Sekitar pukul 22.00 WIB, malam itu kami membawa dia (korban) pulang ke rumah. Tapi setengah perjalanan pulang sampai di semak-semak dekat polsek kami mencabulinya. Kemudian, kami cekik dan memutarkan leher korban hingga tewas,” kata salah seorang tersangka Am di Mapolresta Banda Aceh, Rabu. “Setelah itu kami membuangnya di semak-semak itu,” ungkapnya

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Banda Aceh Komisaris Polisi Erlin Tangjaya mengatakan, kedua pelaku ditangkap sehari setelah korban dinyatakan hilang. Pada saat ditangkap, keduanya diamankan di Mapolsek Kuta Raja, Banda Aceh. “Kita tahan keduanya karena setelah keduanya membawa korban jalan-jalan mengelilingi Banda Aceh pada malam itu, korban hilang,” kata Erlin.

Kedua tersangka ditahan sejak hari pertama korban dinyatakan hilang. Namun, kedua pelaku tak mau mengaku terkait hilangnya bocah enam tahun itu. “Tapi setelah kita periksa secara mendalam, akhirnya dari keduanya terungkap bahwa bocah itu telah mereka cabuli sebelum dibunuh,” jelas Erlin.

Berangkat dari pengakuan kedua tersangka, Polisi kemudian bergerak bersama tersangka menuju ke lokasi tempat bocah itu dibunuh dan dibuang. Setelah korban ditemukan, pelaku langsung dibawa ke Mapolresta Banda Aceh untuk pemeriksaan lebih lanjut dan menghindari amukan massa yang juga ikut mencari korban pembunuhan itu.
sumber : kompas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *