ADA UPAYA GIRING MOTIF PENYERANGAN LP SLEMAN KE PREMANISME

Anggota Kok Mati Di Kafe?

[MEDAN] Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diminta membentuk tim independen untuk mengungkap kasus penyerangan belasan kelompok bersenjata di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Sleman, yang menewaskan empat orang tahanan.

Pembentukan tim independen ini diperlukan untuk mengusut tuntas dan motif di balik pembantaian tersebut. Sehingga, kasus yang menjatuhkan wibawa bangsa ini, tidak sampai digiring sebagai aksi balas dendam kelompok premanisme.

Jika digiring ke motif premanisme, publik pun bertanya-tanya, masak ada anggota Kopassus mati di kafe? Kopassus harus mati di medan tempur atau karena sakit.

“Jangan sampai kasus ini direkayasa sedemikian rupa, kemudian memutuskan permasalahan di balik pembantaian tersebut,” ujar aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Agus Yohanes kepada SP, melalui telepon, Kamis (28/3).

Agus menilai, aparat tidak terbuka dalam mengusut kasus ini, dan ada indikasi kuat menggiringnya ke persoalan premanisme. Sebab, penyerangan di lembaga negara itu membuktikan negara gagal menjamin rasa aman di masyarakat.

“Bila perlu Presiden SBY mengeluarkan Kepres untuk membentuk tim independen dalam menginvestigasi kasus sesungguhnya tersebut. Siapa pun pelaku pembantaian, tanpa memandang status, harus diajukan ke peradilan umum,” tegasnya.

Menurutnya, pelaku penyerangan di LP Sleman tersebut, sangat profesional dan terlatih. Bahkan, bila dilihat dari rangkaian operasi penyerangan itu, kelompok teroris pun tidak sampai bisa semahir itu. Operasi penyerangan berjalan mulus dan sangat rapi. [155]
sumber: suarapembaruan

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *