TERJADI 721 KALI PENCURIAN KABEL TELEPON

Medan, (Analisa). General Manager Telkom Sumut-Barat Drs. Overlis MM didampingi Manager Safety & Security Erwan H. Bakri mengaku prihatin karena aset negara tidak aman dari aksi vandalisme (pencurian). Kabel telepon yang menjadi infrastruktur kota dan kabupaten itu terus dijarah.

“Sejak 2010 sampai 2012, telah terjadi 721 kali pencurian kabel di kawasan Medan, Binjai, Langkat dan Deli Serdang,” kata Overlis, Senin (26/3).

Menurutnya, rasa prihatin bukan saja kerugian yang sangat besar atas hilangnya kabel dan tiang telepon di banyak lokasi, tapi juga kerugian masyarakat baik individu, pemerintahan, layanan publik sampai telepon bisnis.

”Pencurian kabel dan tiang telepon ini harus dihentikan, kalau tidak kualitas infrastruktur kota yang akan menjadi megapolitan ini terganggu,” tegas Overlis.

Dari data pencurian kabel telepon di Medan, Binjai, Langkat dan Deli Serdang, bilang Overlis, terlihat terus meningkat, baik kasus maupun angka kerugiannya. Karena itu, jika tidak ada upaya-upaya sistematis untuk menghentikan penjarahan kabel dan tiang telepon ini maka kerugian yang diderita Telkom dan masyarakat semakin besar.

Pencurian kabel

Dari evaluasi pihak Telkom, sambungnya, pencurian kabel selalu terjadi berulang. Satu lokasi yang baru saja diperbaiki sudah dicuri lagi pada dua atau tiga hari kemudian. ”Telkom bukan tidak melakukan pengawalan dan pengintaian, tapi coverage yang luas dan lokasi pencurian sering berpindah menjadikan tim yang dibentuk menghadapi kesulitan,” kata Overlis.

Untuk itu, imbuhnya, manajemen Telkom meminta masyarakat membantu memberikan informasi bila terjadi indikasi pencurian baik kepada kepolisian maupun tim Telkom terdekat.

Tangkap

Dia juga menjelaskan, usaha-usaha yang dilakukan secara bersama antara Telkom dengan Kepolisian sebenarnya telah berhasil menangkap pelaku. Dari 2010 sampai 2012 telah tertangkap dan diproses hukum 45 orang pelaku termasuk dua orang penadah.

“Menyangkut lokasi kasus vandalisme sebenarnya sudah cukup merata. Tentu saja, di Medan kemudian Binjai 65 kasus, Langkat 93 kasus, Kuala 10 kasus, Pangkalan Brandan 38 kasus, Pangkalan Susu 5 kasus, Stabat 17 kasus dan Tanjung Pura 23 kasus. Sedangkan Deli Serdang terjadi 90 kasus (Delitua 12, Tanjung Morawa 16, Tembung 12, Percut 24, Lubuk Pakam 22 dan Galang 4 kasus),” jabarnya.

Tingginya kasus pencurian aset negara ini, terangnya, tentu saja memerlukan perhatian khusus semua pihak, mulai dari kepolisian, pemerintah daerah dan masyarakat. (hen)
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *