RUMAH KORBAN PUTING BELIUNG BELUM DIPERBAIKI

Pakpak Bharat, (Analisa). Sejumlah rumah korban angin puting beliung di Desa Mbinalun dan Tanjung Mulia Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe Kabupaten Pakpak Bharat, masih belum diperbaiki.

Kondisinya tanpa atap. Padahal, puting beliung telah berlalu delapan hari.

Derita tersebut  merupakan aspirasi penduduk disampaikan kepada anggota DPRD Sumut Richard Eddy M Lingga, saat reses, Selasa (26/3).

Anggota legislatif diharap memberi hati sesuai tupoksi dan kemampuan guna meringankan beban warga.

Lahuddin Angkat, Kepala Desa Mbinalun mengatakan, masyarakat tidak punya dana cukup untuk membeli bahan bangunan. Kebanyakan penduduk adalah ekonomi lemah.

Disebutkan,  penyediaan seng, broti, triplek dan material konstruksi sangat prioritas bagi upaya rehabilitasi. Sesungguhnya, di areal tempat tinggal mereka terdapat banyak kayu.

Bahkan sangat berlebih. Namun, pengambilan hasil alam tersebut terkendala prosedur. Sekeliling di sana disebut bersatus kawasan hutan. Jika memungkinkan, kiranya diberi keringanan semisal mengolah batang tumbang.

Munar Manik Sekretaris Desa Tanjung Mulia  menambahkan, hingga kini, aliran listrik belum normal.  Banyak rumah belum teraliri listrik.  Hal itu mengganggu aktivitas anggota keluarga termasuk kenyamanan belajar anak.

Herlina berru Sembiring, Kepala Seksi Ketertiban Umum dari kantor camat mengutarakan, total rumah rusak akibat  bencana alam dimaksud mencapai 87 rumah dengan beragam kondisi.

Sebagian di antaranya kehilangan bentuk hingga rata dengan permukaan tanah. Musibah itu berlangsung hanya hitungan menit. Sekitar 500 jiwa didera petaka tertanggal 18 Maret petang.  Kerugian tergolong berat.

Pemerintah, kata dia, berupaya meringankan beban termasuk penyediaan dapur umum guna  penyajian  makanan. Juga dibuat  posko penampungan. Petugas medis senantiasa ada di tengah korban bagi layanan kesehatan.

Richard didampingi Elson Angkat anggota DPRD otonom itu menjelaskan, kebutuhan  penduduk telah dikomunikasikan ke Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho. Bupati Remigo Yolando Berutu MBA sudah menyampaikan proposal rehabilitasi. Dia akan memperjuangkan  permintaan  penduduk hingga dikucurkan dalam tempo tidak terlalu lama.

Pada kesempatan itu, ia juga menyalurkan paket sandang di antaranya sabun, pasta gigi, sampo. Richard melihat lebih dekat puluhan fasilitas  berteduh masih tanpa penutup.

“Hidup kami sangat susah sekarang,” ujar Minah berru padang (65) kala menyapa politisi partai Golkar itu. (ssr)
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *