POLRES LANGKAT BIDIK TERSANGKA LAIN KASUS HUTAN MANGGROVE

Stabat, (Analisa). Polres Langkat bertekad menggulung siapapun oknum dari elemen apa saja, yang diduga terlibat perusakan hutan manggrove di Desa Pulau Sembilan Kecamatan Pangkalan Susu Kabupaten Langkat ataupun lokasi lainnya, dengan harapan mendapatkan dukungan penuh semua pihak.

Dengan kewenangan menyidik tindakan pelanggaran termasuk perizinan kelola hutan manggrove, polisi tentunya bakalan mempergunakannya semaksimal mungkin menyeret pelaku perusakan dan diperkirakan tidak hanya libatkan masyarakat awam atau sipil.

Kapolres Langkat AKBP Leonardus Eric Bhismo, SIK, SH kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Selasa (26/3) siang membenarkan, penetapan CS alias Aleng diduga sebagai tersangka perusak hutan manggrove di Desa Pulau Sembilan Kecamatan Pangkalan Susu Kabupaten Langkat.

Bahkan pihaknya, akan mempelajarinya dengan detail tentang kemungkinan keterlibatan pihak lain hingga memunculkan tersangka-tersangka baru.

“Kewenangan kita sebatas melakukan penyidikan dan penyelidikan, apakah nantinya setelah kasus ini kita teliti memungkinkan munculnya tersangka baru?,”kata Kapolres.

Polres Langkat membentuk tim khusus menangani kasus perusakan hutan manggrove. Namun demikian, pihaknya berharap besar seluruh instansi terkait yang memiliki kewenangan hutan manggrove mau membuka diri memberikan informasi ataupun masukan guna menuntaskan setiap dugaan pelanggaran dilakukan pihak tidak bertanggung jawab.

Bukannya bermaksud membela diri, namun dia tidak memungkiri rentetan kasus ditangani personil dengan jumlah yang terbatas cukup membebani, hingga acap kali menyebabkan tersendatnya komunikasi dengan jurnalis.

“Bukannya kita tidak mau berbagi informasi termasuk tentang penetapan tersangka, namun terkadang banyak kasus harus ditangani dengan personil yang kita ketahui sendiri sedikit terbatas hingga arus informasipun ngadat,” katanya.

Eric menuturkan, pihaknya tidak hanya fokus ke Desa Pulau Sembilan Kecamatan Pangkalan Susu, namun termasuk di antaranya perusakan di kawasan Tanjung Pura. Untuk itu, pihaknya juga membentuk tim khusus mengungkap pelanggaran itu.

Sedang persoalan manggrove di Kecamatan Secanggang, mantan Kapolres Nisel ini kemukakan kasus dimaksud diserahkan ke penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) BB KSDA. Tujuannya, agar konsentrasi penyidik corps baju coklat yang dia pimpin di Langkat tidak beragi atau terpecah.

“Ya jujur saja, kalau semuanya kita tanganitidak kuat. Kita mau agar instansi yang memiliki kompetensi tentang hutan manggrove mau bekerja sama semaksimal mungkin,”ungkap Eric seraya mengakui hasil kerjasama dengan pihak terkait dilakukan Polres mulai perlihatkan titik terang.

Disinggung mengenai penetapan CS, merupakan Direktur PT MAR pelaku perusakan hutan manggrove Desa Pulau Sembilan, Eric meyakinkan akan melakukan penahanan dan tidak ada pengecualian. Apalagi, Kapoldasu memberikan attensi terhadap kasus tersebut makanya Polres Langkat full konsentrasi.

Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Rosyid Hartanto, SIK, SH dikonfirmasi secara terpisah sebelumnya mengakui, pihaknya akan segera memanggil Aling secara resmi sebagai tersangka.

“Aling memang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dan kalau tidak ada halangan, Rabu (27/3) akan kita panggil,” tegas Rosyid. (hpg)
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *