PERAMPOK DUMB TRUCK KEMBALI DITANGKAP

Starberita – Stabat, Setelah mengamankan dua tersangka pelaku pencurian dengan kekerasan,  Heriyanto (35), wiraswasta, warga Desa Karang Rejo Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat dan Yus Wendi Siregar (26), warga Kabupaten Mahato, Provinsi Riau, Jumat (22/3) yang lalu, Sat Reskrim Polres Langkat kembali berhasil menangkap 3 orang tersangka pelaku, yaitu Jimino yang menyamar sebagai Polisi, (Polisi gadungan), Saiful dan Sewendi alias Moyo.

Seperti yang disampaikan oleh Kasat Reskrim PolRes langkat, AKP Rosyid Hartanto kepada andalas, Minggu (24/3), penangkapan ketiga tersangka itu dilakukan setelah Sat Reskrim Polres Langkat melakukan pengembangan. Jimino ditangkap di kawasan Pasar VIII, Tandam, sedangkan Saiful ditangkap di kawasan Pasar X Tg. Beringin, Hinai dan Sewendi alias Moyo ditangkap di Medan.

Bahkan, sama seperti Heriyanto yang sudah ditangkap dan ditembak, Jimino pun terpaksa ditembak karena berusaha melawan dan melarikan diri saat akan ditangkap.Sedangkan barang bukti yang berhasil disita adalah 1 pakaian PDL Polisi dengan pangkat Briptu dan 1 unit KBM Avanza.  Sedangkan 2 tersangka lainnya bersama senpi jenis FM masih dalam pengejaran.

Perampokan itu sendiri berawal dari Jumat (22/3) pada sekitar pukul 04.00 WIB ketika AS (40)m sopir beserta SY (36) kernet keduanya warga Desa Air Hitam Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, melintas di jalan raya Batang Serangan kwala Sawit, persisnya di Simpang Dusun Tahun XI Desa Sei Bamban, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat dengan mengendarai satu unit dumb truk dengan Nopol BK 9646 BYV warna orange.

Secara tiba-tiba truck yang mereka kendarai diberhentikan oleh dua orang laki-laki, salah seorang dari pelaku mengenakan baju kaos berlogo polisi warna coklat. Karena merasa yang memberhentikanya adalah petugas Kepolisian sang sopir itu pun langsung menginjak rem.

Namun, tanpa diduga saat itu juga salah seorang pelaku tiba-tiba menodongkan senjata api (pistol) ke arah sopir, dan langsung meletuskan senjata tersebut sebanyak 1 kali, sambil memaksa korban agar segera turun dari truk. Selanjutnya tangan korban diikat diteruskan dengan melakban mulut dan mata korban dengan lak ban warna hitam.

Lalu, tersangka pelaku juga mengambil paksa handphone milik korban beserta dompet yang berisikan uang kontan Rp1 juta.  Setelah itu pelaku membuka kaos singlet yang dikenakan korban, dan selanjutnya singlet tersebut digunakannya untuk mengikat tangan korban dengan posisi ke belakang.

Berikutnya, korban pun diboyong ke dalam mobil yang digunakan pelaku. Lalu, setibanya di sekitar lokasi perkuburan, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Padang Tualang pada sekitar 17 Km dari TKP korban pun diturunkan,

Selanjutnya, korban pun mendatangi Polsek Padang Tualang dan melaporkankejadian yang dialaminya. Setelah menerima laporan tersebut Kapolsek Padang Tualang AKP HM Kosim pun langsung memerintahkan Kanit Res Polsek Padang Tualang Ipda B Ginting bersama lima orang anggotanya untuk melakukan pengejaran ke arah kota Medan.

Selajutnya, setelah berkordinasi dengan pihak Polsek Helvetia Medan, akhirnya buruan petugas itu pun berhasil dilumpuhkan. Truck yang dirampok di wilayah hukum Polres Langkat itu pun berhasil diamankan bersama kedua tersangka pelakunya.

Berdasarkan pengakuan kedua pelaku dalam menjalankan aksinya mereka ada lima orang, yang masing-masing mempunyai tugas khusus, diantaranya sebagai pengintai di jalanan, lalu sebagai penodong dan ada pula yang khusus membawa kabur barang rampasan.Nah, dari pengembangan yang dilakukan oleh Sat Reskrim Polres Langkat, tiga tersanmgka lainnya berhasil diciduk.  Para pelaku dikenakan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.(BD/MBB)
sumber: starberita

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *