KORUPSI PEMBANGUNAN JALAN DI SIMALUNGUN, RAHMAD DIVONIS 2 TAHUN PENJARA

Starberita – Medan, Rahmad selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada proyek pembangunan jalan di Dusun Penkolan Emplasmen Tinjoan, Kecamatan Ujung Pandang, Kabupaten Simalungun, dihukum dua tahun oleh majelis hakim Jonner Manik di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (27/3).
Selain dijatuhi hukuman kurungan badan, terdakwa juga dikenakan denda sebesar Rp50 juta, subsider satu bulan penjara.” Menetapkan masa penahanan terdakwa dikurangkan dari pidana yang dijatuhkan. Menetapkan terdakwa tetap berada dalam tahanan,” ujar Ketua Majelis Hakim Jonner Manik.

Adapun hal-hal yang memberatkan terdakwa adalah tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi. “Hal-hal yang meringankan, terdakwa masih memiliki tanggungan keluarga dan bersikap sopan selama proses persidangan,” terang hakim di Ruang Cakra VI Pengadilan Tipikor Medan.

Menurut hakim, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak korupsi  ecara bersama-sama. Dalam putusannya, hakim menjerat terdakwa dengan pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 sesuai dengan dakwaan Subsidier.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum menuntut terdakwa selama empat tahun dan enam bulan, denda Rp.50 juta subsider tiga bulan penjara.Dalam dakwaan disebutkan terdakwa  Rahmad melakukan korupsi secara bersama-sama dengan  Kardius mencapai Rp1 milyar lebih, dari tiga proyek pengerjaan masing-masing proyek pengerjaan jalan daerah di Dusun Penkolan Emplasmen Tinjoan, Kecamatan Ujung Pandang, Kabupaten Simalungun, proyek di Tinjoan Pasar Baru dan Komplek perkantoran. Khusus proyek pengerjaan jalan daerah di Dusun Penkolan Emplasmen Tinjoan, Kecamatan Ujung Pandang, Kabupaten Simalungun.

Sementara itu Kardius Marlina telah divonis Majelis hakim 2 tahun penjara. Dalam perkara ini jaksa mendakwa Kardius melakukan pengurangan volume ketebalan jalan atau lapisan pondasi agregad kelas B dalam pengerasan jalan di Desa Pengkolan Emplasmen Tinjoan Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun, sepanjang 4950 meter, lebar 5 meter dan tebal 25 Centimeter (Cm).

Akibat perbuatannya, terdakwa bersama Rahmad, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (berkas terpisah), negara mengalami kerugian Rp1,7 miliar lebih sesuai hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumut.(RIN/MBB)
sumber: starberita

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *