KORUPSI DANA BOS, KEPALA SEKOLAH DIPENJARAKAN

Starberita – Medan, Terbukti bersalah korupsi dana BOS (Bantuan Operasional Siswa) senilai Rp18.506.840 juta, Jhonson Sinaga selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 2 kabupaten Toba Samosir, dihukum satu tahun dan dua bulan penjara oleh majelis Hakim Suhartanto di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (26/3).

Terdakwa selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Uluan di Desa Sigaol Timur Kecamatan Uluan Kabupaten Toba Samosir itu, juga diperintahkan membayar denda Rp50 juta subsider satu bulan kurungan. “Membebani kepada terdakwa membayar Uang Pengganti (UP) sebesar Rp18.506.480. Dengan ketentuan apabila tidak sanggup membayar maka harta benda disita untuk negara, jika harta benda tidak mencukupi diganti dengan pidana 3 bulan kurungan.Memerintahkan agar terdakwa tetap ditahan dipotong masa tahanan” Ucap Ketua Majelis Hakim Suhartanto.

Putusan majelis hakim ini lebih ringan dari tuntutan JPU Jahoras Ritonga dari Kejaksaan Negeri Balige. Dimana sebelumnya JPU menuntut terdakwa agar dipenjara 1,5 tahun serta denda Rp50 juta.

Dalam putusan Majelis Hakim, terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 3 jo pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang tindak Pidana Korupsi, yang diubah menjadi UU No 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat I ke-1 KUHP sesuai dengan dakwaan subsideir.

Dalam amar putusan disebutkan, terdakwa melakukan korupsi pada dana BOS untuk SMPN 2 Uluan tahun 2012 lalu. Dimana terdakwa melakukan pemotongan honor guru di SMPN 2 Uluan. Terdakwa Jonson juga tidak membayarkan insentif guru pada bulan Januari hingga Maret 2012. Selain itu juga diketahui, terdakwa juga pemalsuan tanda tangan guru yang honornya dipotong.

“Menimbang Dalam hal UP, majelis hakim tidak sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang tidak menuntut terdakwa untuk membayar Uang Pengganti. Majelis hakim mewajibkan terdakwa membayar UP karena terbukti melakukan korupsi”. Ucap Hakim.

Usai membacakan putusan majelis hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa dan JPU untuk mengajukan banding tujuh hari kedepan. “Terdakwa mengerti hasil putusan tersebut. Dan terdakwa serta Penuntut Umum berhak mengajukan banding atau menerima putusan ini 7 hari setelah putusan ini” ujar Suhartanto kembali.

Sementara itu, usai ditutup persidangan, Jonson Sinaga yang dimintai komentarnya terkait hasil putusan itu, tidak mau angkat bicara dengan tertunduk lesu.Sedangkan Kuasa Hukum terdakwa Harmujan SH serta JPU mengatakan masih pikir-pikir atasĀ  putusan majelis hakim tersebut.(RIN/MBB)
sumber: starberita

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *