BUDIDAYA CABAI ATASI KELANGKAAN

Subulussalam, (Analisa). Kelompok tani di Kota Subulussalam diminta supaya giat melakukan pembudidayaan tanaman cabai untuk mengatasi kelangkaan stok dan terpenuhinya kebutuhan lokal. Selama ini, pasokan cabai merah dan cabai rawit berasal dari luar daerah karena tidak tersedianya lahan penanaman cabai di Subulussalam.

Hal itu menyebabkan harga cabai cenderung tak menentu, sehingga kerap membuat masyarakat resah kaarena tidak jarang harganya di pasaran melambung tinggi. “Gerakan menanam cabai ini, selain untuk memenuhi kebutuhan lokal, juga dapat menetralisir harga cabai yang dipasok dari luar daerah,” kata Sekretaris Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) Kota Subulussalam, Badalsyah, S.Hut didampingi Sekretaris Dinas Pertanian, Yusmaniar, SP dan Ketua KTNA, Abdul Hamid Padang pada acara penanaman perdana cabai di Desa Subulussalam Barat, Kecamatan Simpang Kiri, Senin (25/3).

Dikatakan, dengan membudidayakan tanaman cabai secara baik dan benar dipastikan akan dapat meningkatkan perekonomian petani. Saat ini, belum ada petani lokal yang bisa mengatasi kelangkaan cabai untuk Subulussalam, sementara cabai sangat laris di pasaran karena memiliki potensi harga jual yang menjanjikan.

Karena itu petani lokal diharapkan segera menggalakkan penanaman cabai guna meningkatkan kesehateraan. Kebun cabai yang dikelola Kelompok Tani Makmur Sejahtera merupakan kebun binaan BKPP dan akan dilajutkan lagi kebun-kebun cabai berikutnya. Sistem pengelolaannya, petani akan dibantu tim penyuluh dari BKPP dalam membudidayakan cabai hingga masa panen.

Untuk mendukung gerakan ini, lanjut Badalsyah, BKPP Subulussalam menyalurkan bantuan modal kepada kelompok tani berupa uang dan perlengkapan serta menurunkan petugas penyuluhan ke lokasi perkebunan untuk membina para kelompok tani.

Ditambahkan, pada tahun 2013 ini, BKPP menyalurkan bantuan modal Rp300 juta untuk tiga desa mandiri pangan (Demapan). Dengan dana itu, petani akan dibina seperti mengikuti lokakarya desa (LKD), pelatihan teknis, penilaian kelompok dan pertemuan antar kelompok tani se-kota Subulussalam.

Ketua Kelompok Tani Makmur Sejahtera, Abdul Rajab mengaku gembira setelah mendapat bantuan serta pembinaan dari BKPP Kota Subulussalam hingga  mampu mengelola kebun cabai seluas 1,5 hektare. (sdr)
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *