SALES DITIKAM, UANG DIBAWA KABUR

Perampok Bersajam Mengganas

KISARAN-PM : Selama seminggu belakangan ini aksi perampokan terhadap warga di inti Kota Kisaran semakin marak.Pelaku seakan  bebas melakukan aksi dengan terlebih dahulu mengancam korban dengan senjata tajam.Bahkan dalam rentang satu minggu ini saja sudah 3 kali kawanan perampok bersajam beraksi.

Salah satu korban, Hajrisyah Putra Sihombing (21), warga Dusun II Sawah, Desa Tinggi Raja, Kecamtan Tinggi Raja, Asahan. Pemuda  yang bekerja sebagai sales alat memasak ini masih terbaring lemas di rumahnya akibat ulah para pelaku perampok bersajam yang menghujamkan pisau belati ke bagian perut. Bukan itu saja kawanan rampok juga menyikat uang Rp500 ribu, SIM, KTP dan helm yang baru dibeli seharga Rp300 ribu.

Hajrin didampingi ayahnya, Nazaruddin Sihombing dan ibunya, Dahliana Marpaung menuturkan, Kamis (21/3) dia bersama rekan wanitanyabernama Tia Br Hasibuan berbelanja ke Kota Kisaran, karena seluruh keryawan/karyawati sales akan menggelar rapat kerja di Berastagi.

Dijelaskannya,malam itu dia berboncengan dengan Tia (temannya-red) karena dia mau beli pakaian ke Kota Kisaran.  Keduanya kemudian meluncur sekira pukul 21.00 Wib. Usai berbelanja, keduanya tak langsung pulang. Keduanya ingin melihat pameran di lapangan hoki Kisaran. Usai dari lokasi pameran keduanya berniat pulang. Saat melintas di Jalan Mahoni, tepatnya di tiba-tiba dua pengendara sepeda motor berboncengan mengikuti mereka.

Selanjutnya  sepeda motor Honda Beat yang dinaiki dua orang yang telah mendahului mereka berbalik arah dan memalangkan sepeda motornya di badan jalan. Keduanya terpaksa berhenti.

“Tiba-tiba dari atas sepeda motor tersebut turun dua pemuda tanggung dan badannya

sedikit kurus.Sedang saya bersama Tia masih berada di atas sepeda motor. Pemuda yang berada di boncengan langsung meminta uang,” terang Hajrin.

Tak berselang lama satu unit sepeda motor dikenderai dua orang tiba di lokasi dan langsung memukul bagian kepalanya. Selanjutnya, salah satu pelaku menggeledah kantongnya dan mengambil dompetnya. Saat bersamaan seorang pelaku menusuk bagian perutnya dengan pisau.

“Saya sempat menghindar  dan melawan.Tapi keempatnya langsung kabur. Saya sempat mengejar beberapa meter ,tapi karena perut saya  berdarah saya berhenti. Tia minta tolong ke warga yang tidak jauh dari kejadian.Akhirnya malam itu saya dilarikan ke RSUD HAMS Kisaran,” katanya.

Ayah Hajrinsyah, Nazaruddin alias Ucok dan ibunya,Dahliana alias Ana meminta kepada polisi mengejar pelaku yang diduga sering beraksi di daearah inti Kota Kisaran itu. “Saya yakin pelaku sudah punya komplotan karena dalam rentang minggu ini saja sudah beraksi 3 kali, pertama di Jalan Diponegoro dan dua kali di sekitar Jalan Mahoni,” ujar Ucok.

Sedang Sekretaris LSM  Komite Bangkit Asahan, Wiga Hariadi mendesak Polres Asahan untuk mengejar pelaku dan segera meringkusnya, karena warga merasa tidak aman lagi berada di inti Kota Kisaran jika malam hari. “Jangan lebih kuat komplotan penjahat dari personel polisi kita, bila itu terjadi maka kenyamanan dan ketenteraman tidak lagi

dirasakan warga,” ujarnya.

Sedang Ketua Lima, Husni Mustofa justru melihat ini ekses dari maraknya peredaran narkoba berimbas meningkatnya kejahatan.Maka petugas kepolisian diminta memberantasnya.(van/smg)
sumber: posmetro

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *