PRODUKSI PADI DI 16 KABUPATEN/ KOTA SUMUT RAPOR MERAH

MedanBisnis – Medan. Sebanyak 16 kabupaten/kota di Sumatera Utara (Sumut) masih mendapat rapor merah untuk produksi padi. Rapor merah tersebut menunjukkan tingkat produktivitas yang masih rendah.
Kemudian, 12 kabupaten/kota mendapat rapor hijau yang menunjukkan tingkat produksi tinggi dan 4 kabupaten sebagai kawasan pengembangan dengan tingkat produksi menengah dengan rapor kuning.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Sumut M Roem kepada MedanBisnis, Senin (26/5) dalam Musyawarah Rencana dan Pengembangan (Musrembang) Pertanian 2014,  di Hotel Novotel Soechi, Medan.

Dikatakannya, untuk 12 kabupaten dengan produksi tinggi diharapkan dapat meningkatkan produksinya lagi. Sementara untuk 4 kabupaten/kota dengan tingkat produksi menengah, harus bisa melampaui target produksi dan untuk 16 kabupaten yang tingkat produksinya masih rendah, harus bisa meningkatkannya, paling tidak keluar dari rapor merahnya.

“Yang rapornya masih merah, sebagai kawasan pertumbuhan diharapkan bisa meningkatkan produktivitasnya lebih tinggi, sama juga dengan yang kuning agar bisa naik dari kawasan pengembangan menjadi kawasan pemantapan, sehingga rapornya hijau,” ungkapnya.

Roem menjelaskan, kabupaten/kota dengan rapor merah adalah yang produktivitasnya masih di bawah 4,5 ton per hektare. Sementara untuk kawasan kuning atau kawasan pengembangan produktivitasnya mencapai 4,5 ton – 4,8 ton per hektare. Kemudian, untuk yang rapor hijau, tingkat produktivitasnya lebih besar dari 4,8 ton per hektare.

Ia merincikan, 16 kabupaten yang mendapat rapor merah yang berada di wilayah pantai barat Sumut antara lain Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, Padang Lawas Utara, Padang Lawas, Nias Selatan, Nias Barat, Nias, Gunung Sitoli, Nias Utara. Sementara untuk di wilayah pantai timur Sumut, antara lain Labuhan Batu Selatan, Labuhan Batu Utara,m tanjung Balai, dan Labuhan Batu. Kemudian untuk wilayah dataran tinggi Sumut antara lain Tapanuli Utara, Dairi darn Phakpak Barat.

Sementara, untuk kabupaten yang mendapat rapor kuning, di wilayah pantai timur Sumut antara lain Batubara, Tebingtinggi dan Medan. Sedangkan kabupaten/kota di yang mendapat rapor hijau atau dengan tingkat produksi tinggi di atas 4,8 ton per hektare di wilayah pantai barat antara lain Padang Sidempuan, Tapanuli Selatan.

Di wilayah pantai timur Sumut, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Langkat, Asahan, dan Binjai. Kemudian, di dataran tinggi antara lain Pematang Siantar, Toba Samosir, Simalungun, Samosir dan Karo.

Dengan gambaran tersebut kata dia, kerja untuk meningkatkan produksi padi masih cukup banyak. Dan, diperlukan komitmen kuat dari tiap kabupaten/kota untuk meningkatkan produktivitasnya yakni dengan mendorong kepada petani agar menggunakan benih unggul, varietas yang tepat lokasi, pemupukan yang tepat serta perlakuan yang benar.

Dijelaskannya, target produksi padi 2013 yang mencapai 3,8 juta ton untuk bisa swasembada beras dengan surplus beras 10 juta ton pada 2014 hanya bisa dicapai jika masing-masing pihak terkait bisa menciptakan pola kinerja yang baik dengan petani, perbaikan saluran irigasi, sarana dan prasarana serta ketersediaan benih unggul dan pupuk yang terjamin.

Kasubbag Program Dinas Pertanian Sumut, Lusiantiny mengungkapkan, Musrenbang Pertanian kali ini untuk mengevaluasi kinerja pertanian provinsi berdasarkan kinerja pertanian dari kabupaten/kota selama setahun sekaligus untuk melihat permasalahan yang terjadi dan mencari solusi penyelesaian serta menjaring usulan perencanaan tahun 2014.(dewantoro)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *