PASOKAN BERKURANG, MOBIL DIESEL BANYAK TAK BEROPERASI

MedanBisnis – Langkat. Akibat kelangkaan solar yang sudah lebih dari 10 hari terjadi membuat sejumlah kendaraan roda empat berbahan bakar diesel banyak yang tidak beroperasi. Kelangkaan itu setelah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mengalami pengurangan pasokan solar dari Pertamina.
Di SPBU-SPBU di pinggir jalan lintas Sumatera (Jalinsum) Langkat dan Kota Binjai buka 24 jam, terlihat malam hari banyak diparkiri mobil berbahan bakar solar, dari jenis mobil pribadi dan truk angkutan barang. Sopir sengaja memarkirkan kendaraannya sambil menunggu datangnya pasokan solar yang dibawa ke SPBU itu.

“Kita terpaksa menunggu solar dari truk tangki karena stok solar ditangki sudah res. Jadi, ketimbang mesin masuk angin, yah kita tunggulah solar datang, walaupun malam atau pagi hari. Kalau tidak ditunggui, kita tidak kebagian, keburu habis,” sebut Rasianto, sopir truk yang kehabisan solar saat antre di SPBU di pinggir Jalinsum Desa Air Hitam Kecamatan Gebang Senin (25/3).

Hal yang sama juga dikatakan S Tarigan, pemilik mobil berbahan bakar solar. “Kemaren saya pulang dari Riau menuju Stabat, pas di jalan lewat Pinang Baris minyak habis, sedangkan SPBU kosong tidak ada solar, akhirnya mobilpun masuk angin dan terpaksa diderek ke pinggir. Jadi, untuk bepergian kita pakai kijang yang minyaknya bensin, karena bensin masih ada di SPBU,” kata Tarigan, pemilik Yayasan Pendidikan Kesehatan di Stabat.

Pantauan MedanBisnis, di beberapa SPBU di Janlinsum Langkat, truk yang menghabisnya solar adalah truk-truk interkuler yang memiliki tangki BBM 2 berkapasitas 200 liter.

Seperti di SPBU Desa Air Hitam,Gebang,Langkat, Minggu sore ada 4 truk interkuler yang antre menunggu datangnya solar ke SPBU itu. Saat solar datang, truk interkuler langsung nyelonong mengisi bahan bakar solar kedua tangkinya yang ada di kolong mobil dengan muatan full tangki.

Padahal truk itu melintas jalinsum tidak diperkirakan jauh jarak tempuhnya, karena truk itu kosong tanpa muatan. Ada dugaan truk-truk interkuler yang nakal itu membongkar solar truknya untuk ditimbun dan diperdagangkan ke industri. Karena tidak ada oknum petugas, baik dari Pertamina maupun kepolisian yang mengawasi penjualan BBM di SPBU yang ada. (misno)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *