PACAR DITIKAM, ABG DICULIK 4 PERAMPOK

Malam Minggu Kencan di Bawah Pohon Sawit

PANTAI CERMIN-PM : Malang nasib dua anak baru gede (ABG) Nasir Sidik (21) dan pacarnya Mawar Sari (18). Saat asyik mojok di bawah rindangnya perkebunan sawit di Jl. Umum Perbaungan, Dusun III, Desa Kota Pari, Kec. Pantai Cermin, Sabtu (23/3) sekira  pukul 22.30 WIB. Pasangan sejoli ini malah dirampok 4 pria tak dikenal. Rusuk kiri Nasir ditikam hingga ususnya terburai, sedang gadis yang sudah 2 tahun ia pacari itu diculik. Sepeda motor Suzuki Satria FU BK 2524 XAQ miliknya juga dibawa kabur.

Hingga Minggu (24/3) malam,keberadaan Mawar belum diketahui, sedang pria asal Dusun II, Desa Sementara, Kec. Pantai Cermin itu, masih kritis dan tak sadarkan diri di ruang ICU RS Grand Medistra Lubukpakam. Info yang dihimpun POSMETRO MEDAN, malam itu Nasir yang bekerja sebagai petani itu menjemput Mawar dari rumahnya di Dusun I, Desa Besar II Terjun, Kec. Pantai Cermin, Sergai. Dengan dalih menghabiskan malam panjang sekaligus cari angin segar, Nasir pun mengajak kekasihnya itu berkeliling di sekitar Pantai Cermin.

Tak lama muta-mutar, pasangan dimabuk asmara ini lantas mojok di bawah rindangnya pohon sawit di perkebunan Simpang Cilawan. Singkat cerita, saat asik bercanda ria di atas sepeda motor. Kedua pasangan ini dikejutkan oleh kedatangan

4 pelaku naik sepeda motor. Tanpa basa-basi, pelaku pun merampas paksa sepeda motor korban. Tapi Nasir berusaha member perlawanan. Namun apes bagi korban, perlawanannya itu justru membuat emosi ke empat pelaku yang lantas mengeroyoknya. Melihat cowoknya dipukuli, Mawar sempat berusaha melerai dan teriak minta tolong. Karena lokasi sepi dan jauh dari pemukiman warga. Upaya Mawar tak membuahkan hasil, bahkan ia sempat dipukul pelaku hingga lemas.

Bukan itu saja, karena Nasir terus melawan, salah satu pelaku lantas mengelurkan pisau dan menikam perut kiri Nasir. Seketika itu juga, dengan kondisi usus terburai, Nasir pun roboh bersimbah darah ke tanah. Melihat korban tak berdaya, dengan gerak cepat komplotan perampok itu langsung mengambil sepede motor Nasir. Ironisnya, dengan paksa dan di bawah ancaman, gadis berparas manis itu juga ikut diculik pelaku. Pelaku kabur ke arah Perbaungan. Dengan sisa tenaga, Nasir berusaha bangkit minta pertolongan warga perkampungan. Persis di simpang Belok, Desa Kota Pari, Nasir bertemu dengan Agus (43), pedagan jamu yang kerap mangkal di simpang itu.

Dengan napas terengah-engah, anak kedua dari empat bersaudara itu mengaku kalau dirinya telah dirampok dan pacarnya diculik oleh pelaku. Agus yang ditemui di kediaman Mawar mengaku, malam itu dengan kondisi luka parah, Nasir datang menghampirinya. Kala itu, ia meminta Agus mengantarnya ke rumah orang tua pacarnya. “Pak tolong antarkan aku ke rumah Mawar, aku mau kasih tau kalau dia diculik,” ucap Nasir diulang Agus. Selanjutnya, Agus menyuruh pemuda sekitar mengantar Nasir ke rumah Mawar, sementara ia mencoba mengejar pelaku namun tak ditemukan.

Sementara itu, Sadirin alias Sandi (43) orang tua Mawar saat ditemui di rumahnya mengatakan, sebelum kejadian anak ke tiga dari empat bersuadara itu memang pamitan jalan-jalan dengan pacarnya Nasir. “Waktu itu putri aku mengenakan baju warna merah, celana panjang warna biru, pakai sepatu pansus warna coklat muda, dia bilang mau pergi jalan-jalan dengan Nasir dan mereka pergi dari rumahku sekira pukul 21.00 WIB. Setelah mereka berangkat tak ada firasat buruk akan keselamaatn putriku. Tapi tak lama berselang, aku terkejut saat melihat Nasir datang diantar warga ke rumah dan Nasir dengan tergopoh-gopoh mengatakan. ‘Pak cepat tolong Mawar, dia diculik,” ucap Nasir diulang Sandi malam itu. “Aku kaget,  dan bertanya pada Nasir, ada apa dengan Mawar. Saat itu Nasir sudah berlumuran darah. Tapi warga yang ngantar bilang kalau Nasir telah dirampok, sedang Mawar diculik pelaku,” kata Sandi.

Melihat kondisi Nasir yang lemas bersimbah darah, warga pun melarikan korban ke klinik tak jauh dari desa tersebut. Lanjut ayah 4 anak itu, selama ini tak ada cowok putrinya yang lain selain Nasir. “Ya, emang mereka sempat putus, tapi nyambung lagi. Nasir orangnya baik dia mejalin hubungan dengan putri saya sudah hampir 2 tahu.  Kami berharap, pihak kepolisan mampu mengungkap sipa pelaku serta menemukan putriku. Aku berharap putriku dalam keadaan selamat saat ditemukan. Dan secepatnya petugas menemukan serta meringkus pelakunya,” harap Sandi.

Sandi juga bilang kalau putrinya itu tidak bekerja, saban hari ia hanya di rumah saja. Selama ini keluarganya juga tak pernah punya musuh. Adapun ciri-ciri Mawar, tinggi badan sekitar 155 Cm, berat badan 45 Kg, rambut lurus (rebonding) sebahu, alis kiri ada bendolan sebesar mimis sepeda, dan kulit kuning langsat. Hingga berita ini lansir, Polsek Pantai Cermin masih terus memburu keempat pelaku yang kabarnya melarikan diri ke arah Desa Kotaparih, Kab. Sergai tembus Kec. Pantai Labu, Deliserdang menuju Batang Kuis dan Tanjung Morawa. Ini diakui Kanit Reskrim Polsek Pantai Cermin, Ipda Karya Tarigan SH saat dikonfirmasi POSMETRO MEDAN, kemarin.

Nasir hanya beberapa jam di rawat di RS Melati Perbaungan. Karena kondisi luka yang dideritanya sangat parah, pihak rumah sakit pun merujuknya ke RS Grand Medistra Lubukpakam. Peristiwa yang menimpa Nasir sontak membuat keluarga terpukul. Saat ditemui kru koran ini, sejumlah kerabat Nasir mengaku belum bisa banyak berkomentar terkait penikaman korban.  Hal itu lantaran Nasir masih kritis dan belum bisa bicara karena masih dibantu peralatan oksigen di ruang ICU. Menurut Ani (42), ibu korban, sepengetahuannya selama ini anak kedua dari empat bersaudara itu tak ada memiliki musuh. Meski begitu, ia belum bisa memastikan apakah pelakunya dikenal korban atau tidak. “Kami belum tahu cerita kejadiannya. Anak kami saja masih kritis,” ujar Ani dengan deraian air mata. (man/lik/pas/deo)
sumber: posmetro

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *