HAMA PENGGEREK BATANG SERANG TANAMAN JERUK NIPIS PETANI

MedanBisnis – Medan. Sulitnya mengendalikan serangan hama penggerek batang pada tanaman jeruk nipis membuat tanaman tersebut mengering untuk kemudian mati. Selain itu, hasil panen juga mengalami penurunan.
Petani jeruk nipis di Desa Namuriam, Kecamatan Pancur Batu, Deli Serdang, Setia Tarigan, mengatakan, di saat musim semakin tidak menentu seperti sekarang ini, hama penggerek batang yang berwarna hijau muda ini muncul meskipun sudah berbagai cara dilakukan. “Sudah ditangkap, kalau dapat banyak terus saya bakar, masih juga muncul,” katanya kepada MedanBisnis, Minggu (24/3) saat ditemui di ladangnya.

Ia sempat kelimpungan karena serangan hama tersebut. Pasalnya, untuk menangkap hama tersebut cukup sulit. Selain warnanya yang serupa dengan daun dan kulit buah, hama itu juga cukup lincah. Kondisi itu juga membuatnya kerap membiarkannya. “Saya tidak tahu cara yang paling tepat untuk memberantasnya,” katan Tarigan.

Dijelaskannya, hama sejenis walang sangit tersebut memakan kulit batang tanaman dan bertelur di dalam kulit. Hama tersebut memiliki panjang badan sekitar 5 centimeter dan berwarna hijau muda serta cara terbangnya cepat. Akibat dari serangan hama ini, batang secara perlahan akan mengering. Di bagian kulitnya akan membekas seperti terdapat jamur mirip tanah yang melekat di batang.
Tarigan memperhitungkan, dari seratus batang tanaman jeruknya, lima pokok biasanya harus ditebang karena mengering setelah batangnya dimakan hama ini.

Menurutnya, menebang merupakan cara yang paling efektif memutus mata rantai serangan hama ini. Lagipula, jika pun pokok yang batangnya sudah diserang hama ini meskipun belum mengering dan masih tumbuh buah, namun tidak akan maksimal. “Buahnya pun juga tidak seperti yang diharapkan, sedikit dan tidak besar. Daripada begitu lebih baik dipotong dan diganti dengan tanaman baru,” katanya.

Tarigan mengatakan, salah satu faktor yang membuat hama datang menyerang dikarenakan tidak adanya tanaman lain yang berfungsi sebagai tanaman pelindung. Yakni tanaman lain yang bermanfaat untuk mengalihkan perhatian atau titik serangan hama dari tanaman utama. “Kalau ada tanaman lain, misalnya diseliling tanaman jeruk ini ada tanaman buah lainnya, hama akan menyerang tanaman pelindung sebelum sampai ke tanaman utama,” katanya.(dewantoro)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *