DEMO DI DPRD SUMUT KARYAWAN SRL DESAK USUT KEMATIAN JHON BOYLER SIANTURI

MEDAN (Berita): Ratusan karyawan PT Sumatera Riang Lestari (SRL) menggelar aksi di halaman Gedung DPRD Sumut, Senin (25/3) siang. Para karyawan yang tergabung dalam Serikat Pekerja Perjuangan Rimba Lestari PT SRL ini, meminta wakil rakyat di DPRD Sumut, mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas kasus meninggalnya karyawan PT SRL Jhon Boyler Sianturi, 13 Maret lalu, yang diduga dianiaya massa dari kelompok Tani Torang Mandiri.
“Aksi ini sebagai bentuk solidaritas meninggalnya rekan kami karena dianiaya massa. Kami minta persoalan ini segera diusut tuntas,” kata Ketua Serikat Pekerja PT SRL Hendri Wahyudi.
Dalam aksi ini, mereka meminta agar aparat terkait segera menangkap, mengusut, mangadili dan menghukum seberat-beratnya dalang dan aktor intelektual di balik penyerangan massa kelompok tani Torang Jaya Mandiri, ke wilayah kerja PT SRL di Kecamatan Barumun Padang Lawas.
“Kita minta usut dan adili pelaku penganiayaan dan pembunuhan rekan kami Jhon Boyler Sianturi. Dia diserang dan dibunuh saat sedang bekerja,” kata Hendri. Sementara itu, Sekretaris Serikat Pekerja SRL Wawan Gunawan memaparkan kronologis insiden penyerangan yang menewaskan Jhon Boyler Sianturi, karyawan bagian penanaman PT SRL.
Menurut Wawan, pagi, 13 Maret 2013, sekira pukul 6.30, karyawan PT SRL diintruksikan kerja oleh pimpinan, dan sebelum ke lapangan dilakukan brifing (rapat). Usai rapat, seperti biasa Sianturi, sekira pukul 7.00 WIB Sianturi langsung menuju lokasi kerja. Namun, sampai di lokasi para pekerja PT SRL langsung dihadang puluhan massa, sedangkan puluhan lainnya mengintai dari atas bukit.
Menurut Wawan, kelompok massa yang berada di atasbukit sempat melemparkan bom molotov hingga mengejutkan korban dan beberapa sekuriti perusahaan. Suasana pun menjadi hingar bingar dan pekerja PT SRL menjadi ketakutan dan berlarian. Begitu juga supir PT SRL, langsung memutar haluan ingin menyelamatkan diri. Namun malang bagi korban Sianturi yang tak sempat menyelamatkan diri akhirnya menjadi bulan-bulanan massa.
“Jadi selain korban meninggal, ada juga korban luka-luka dari pihak karyawan SRL,” ujar Wawan.
Para pekerja PT SRL yang melakukan aksi solidaritas di gedung DPRD Sumut, menurut Wawan berkisar 700 orang. Mereka merasa resah dengan keberadaan Kelompok Tani Torang Jaya Mandiri yang terkesan didalangi oknum-oknum tertentu yang menjadi aktor intelektual di balik aksi kekerasan tersebut.
“Berikan kepastian dan perlindungan hukum serta keadilan bagi seluruh pekerja di Indonesia, termasuk kami karyawan PT SRL,” kata Wawan.
Mereka juga menyesalkan, pernyataan anggota Komisi A DPRD Sumut, H Samsul Hilal yang terkesan membalikkan fakta, dengan memberi pernyataan yang tidak sesuai dengan kejadian yang sebenarnya di salah satu media massa.
Menurut Wawan, selain menggelar aksi di DPRD Sumut, selanjutnya mereka menuju kantor Gubernur Sumut. Kemudian, Selasa (26/3) pagi para karyawan ini akan berunjukrasa di Kantor Polda Sumut. ” Jika kasus ini tidak juga ditindaklanjuti, kami akan menginap di gedung DPRD Sumut,” tegas Wawan.
Aksi massa diterima Wakil Ketua DPRD Sumut, Sigit Pramono Asri. Di hadapan massa, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini berjanji segera membawa kasus ini pada rapat di internal DPRD Sumut. “Kita juga ingin agar persoalan ini diusut tuntas, untuk itu akan segera dibahas di internal DPRD Sumut,” kata Sigit.(irm)
sumber: beritasore

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *