ASKARINDO: INDUSTRI KAROSERI SUMUT SIAP BERSAING

MedanBisnis – Medan. Industri karoseri Sumatera Utara (Sumut) akan meningkatkan daya saing sehingga dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan menciptakan lapangan pekerjaan.
“Impian dan tantangan bagi kami adalah mampu tumbuh dan berkembang secara sehat dan bisa bersaing dengan industri karoseri dari Pulau Jawa, bahkan dengan produk impor,” kata Ketua DPD Asosiasi Karoseri Indonesia (Askarindo) Sumut, Oei Ik Han, pada pelantikan DPD Askarindo Sumut, di Novotel Soechi, akhir pekan lalu.

Ik Han menjelaskan, Askarindo merupakan organisasi bagi perusahaan karoseri di Indonesia dan hingga kini baru ada di tujuh provinsi yakni Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Lampung.

“Dengan adanya Askarindo di Sumut sebagai provinsi ke delapan, kita optimis bisa menciptakan iklim usaha di bidang karoseri yang sehat dan menumbuhkan perusahaan yang solid dan kuat.
Produk karoseri utama seperti bus, tangki, dump, bak besi, trailer, box dan lain-lain,” katanya.
Di Sumut, kata Ik Han, anggota karoseri baru ada sebanyak 14 perusahaan dan sekitar empat kali lipat dari jumlah tersebut yang berpotensi untuk ikut bergabung.

Dilanjutkan Ik Han, keberadaan Askarindo Sumut diharapkan akan difungsikan oleh semua anggota sebagai sarana komunikasi dan konsultasi antara sesama anggota dan juga terhadap pemerintah sebagai regulator di bidang industri karoseri.

“Konsultasi dan komunikasi ini akan dapat meningkatkan kesamaan visi serta kualitas kerja yang baik di bidang industri karoseri. Akan juga lebih memudahkan pihak pemerintah dalam mensosialisasikan kebijakan yang ditetapkan yang berkaitan dengan usaha karoseri,” sebutnya.
Dia mengatakan, selain bersaing dengan industri karoseri provinsi lainnya di Indonesia, persaingan juga datang dari usaha karoseri/bengkel yang sama sekali tidak terdaftar/liar, yang dengan kualitas meragukan dapat mencemarkan nama industri karoseri dan merusak nilai pasar.

“Harapan lainnya dengan adanya Askarindo di Sumut, dapat mendorong perkembangan mutu kerja para pengusaha karoseri, baik dalam penguasaan teknologi dan upgrading SDM,” kata Ik Han.

Pihaknya juga sangat mengharapkan dukungan dari pemerintah untuk memberikan arahan dan bimbingan serta menciptakan regulasi yang terarah demi kemajuan industri karoseri di Sumut. “Jangan lagi ada proyek yang dilempar ke Jawa padahal bisa dikerjakan di Sumut, semisal bisa sekolah. Karena hal ini akan meningkatkan biaya,” ujarnya.

Ketua Umum DPD Askarindo Pusat Jhonny Basuseno Dhewo, mengatakan, hingga saat ini sudah ada sekitar 600 industri karoseri di Indonesia. Pertumbuhan pasarnya tahun 2010 sebesar 58% dan tahun 2011 turun menjadi 17% dipengaruhi produk impor yang sudah masuk pasar RI.

“Padahal, kita bisa masih produksi itu di sini. Tapi karena pasar sekarang sudah bebas, kita tidak bisa menghalangi produk itu masuk. Karena itu, kualitaslah yang kita tingkatkan,” katanya.
Tahun 2013, kata Jhonny, pihaknya masih menargetkan ada pertumbuhan sekitar 15%.

Pertumbuhan ini sama dengan capaian tahun lalu. “Kita memang tetap memprediksi ada pertumbuhan setiap tahunnya. Meski ada penurunan tapi kita berharap akan tetap tumbuh dan tidak kalah oleh produk impor,” katanya.

Selain karena serbuan impor, kondisi ekonomi global yang sedang lesu juga ikut mempengaruhi turunnya pertumbuhan industi karoseri. Tapi dengan masih positifnya industri otomotif, industri ini diperkirakan masih akan tetap tumbuh dan memiliki pasar yang bagus. (elvidaris simamora)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *