POLISI BENTROK DENGAN MASYARAKAT AEK BUATON

5 Polisi Terluka, 2 Warga Kritis

Barumun Tengah, (Analisa). Kondisi wilayah Pasar Binanga dan Aek Buaton Kecamatan Barumun Tengah, Kabupaten Padang Lawas (Palas), Sabtu (23/3) pagi mencekam. Soalnya, anggota kepolisian bentrok dengan masyarakat Desa Aek Buaton, Sabtu (23/3) sekira pukul 07.00 WIB di Mapolsek setempat.

Akibatnya lima polisi mengalami luka-luka dan dua warga kritis tertembak. Sedangkan ada sekitar 10 warga lagi mengalami luka-luka yang diduga ditembak polisi.

Kepala Desa (Kades) Aek Buaton Kecamatan Aek Nabara Barumun Hosni Mubarok Nasution SH kepada wartawan, menyebutkan, dua ibu rumah tangga tertembak polisi dan delapan warga lainnya diduga tertembak dalam bentrok dengan anggota polisi pada saat kejadian di Mapolsek Barteng.

Hosni merincikan warga yang terkena saat kejadian yakni Asrian (34)tertembak di bagian punggung belakang menembus dadanya kondisinya saat ini kritis dan sedang dilarikan berobat ke RS di Medan, lalu Rustam (35), Barunggam (50), Sundut (32), Harayan (60)Murni (80) juga mengalami kondisi kritis, Huwala (19)dan Masdawiyah (48).

“Saat ini kita masih mendata, karena infonya ada banyak lagi yang tertembak,” katanya.

Sementara itu, Kades Hutabargot Kecamatan Aek Nabara Barumun Aliamat Pulungan menyebutkan, dalam peristiwa tersebut dua warganya ikut tertembak yakni Amir Khotib (62)dan Subur (26).

“Saat ini sedang di rawat di RSUD Aek Haruaya Kecamatan Portibi,” jelasnya. Masdawiyah (48) salah satu korban yang mengaku tertembak bagian pinggang kirinya, ditemui di RSUD Gunung Tua, mengaku tidak ikut masuk ke halaman Mapolsek Barteng, tapi berada di luar pagar Mapolsek atau sekitar 10 meter dari pagar .

“Kami ke sana ramai-ramai mau melihat saudara sekampung kami yang ditangkap polisi. Tiba-tiba sudah rusuh. Saya kena tembakan pakai peluru tajam,” ujarnya menangis sambil merintih kesakitan.

Kapolsek Barumun Tengah, AKP Sahnur Siregar mengatakan, peristiwa penyerangan terjadi Sabtu (23/3) sekira jam 07.00 WIB pagi. Ratusan warga mendatangi Papolsek dengan tujuan mempertanyakan atas penangkapan tiga tersangka pengrusakan dari desa tersebut.

Sahnur mengungkapkan dirinya sempat disandera namun berhasil diselamatkan petugas. “Dalam kondisi tersebut, tiba-tiba warga menyandera saya, dan melempari kantor Mapolsek, hingga terjadi bentrok antara polisi dengan masyarakat,” kata Kapolsek.

Dalam kejadian itu, tercatat lima anggota polisi mengalami luka-luka yang diduga dilempar massa dengan batu. “Ada sekitar lima orang polisi mengalami luka-luka akibat kejadian itu, di antaranya saya sendiri dan sejumlah personil lainnya,” terangnya.

Peristiwa ini dipicu persoalan lahan tanah ulayat seluas 1.500 hektar yang diperjuangkan warga empat desa, yaitu Desa Aek Buaton, Hutabargot, Desa Sidongdong, Desa Batu Sundung sejak tahun 1998.

Warga yang menggarapnya diadukan oknum yang mengaku pemilik lahan sehingga polisi menangkap tiga warga pada Sabtu (23/3) dini hari.

Penangkapan inilah yang memicu kedatangan warga ke Polsek Binanga yang berakhir bentrok.

Kepala Kepolisian Polisi Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro beserta rombongan mengunjungi para pasien luka tembak di RSUD Gunung Tua, Desa Aek Haruaya, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) Sabtu (23/3) sekitar pukul 24.00 malam.

Orang nomor satu di jajaran kepolisian Sumut ini datang memakai jaket kulit hitam dan peci hitam disambut Plt Kadis Kesehatan Paluta dr Irwan didampingi Sekretaris IDI Paluta dr Mahyuda untuk melihat langsung perkembangan dan keadaan para korban luka akibat peristiwa di Mapolsek Barteng. (ong)
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *