KAROSERI IMPOR CHINA BANJIRI MEDAN

MEDAN – Karoseri impor khususnya asal China masih membanjiri pasar dalam negeri meski mutu sebagian  produknya kalah  dengan produk nasional, kata Ketua Umum DPP Asosiasi Karoseri Indonesia Jhonny Basuseno Dhewa.

“Pengusaha karoseri nasional masih harus berjuang keras merebut pasar dalam negeri yang masih dibanjiri produk impor khususnya asal China,” katanya di Medan, hari ini.

Untuk menekan produk impor sehingga bisa menguasai pasar dalam negeri, pengusaha karoseri terus berupaya meningkatkan mutu dan menekan biaya produksi.

“Soal mutu sebenarnya produk nasional sudah semakin dan bahkan lebih  bagus, cuma kekalahan sering di soal harga jual yang lebih mahal,”katanya.

Harga jual yang sering lebih mahal karena  dipicu kualitas yang lebih terjamin di tengah biaya produksi yang juga masih tinggi akibat antara lain biaya transportasi yang mahal sebagai dampak infrastruktur jalan yang belum memadai.

“Askrindo sudah meminta pengusaha anggota melakukan efisiensi  dengan tetap bahkan meningkatkan kualitas produk agar bisa memenangkan persaingan dengan produk impor,”katanya.

Bahkan, katanya Askarindo berharap produk karoseri nasional bisa menembus pasar ekspor menyusul tren membaiknya bisnis industri otomotif.

Dia menyebutkan, sejalan dengan membaiknya bisnis otomotif, jumlah perusahan karoseri nasional juga terus bertambah atau sudah mencapai 600 perusahan.

Dengan bertambahnya jumlah produsen dan masih banjirnya produk impor, “kue” pangsa pasar masing-masing perusahaan semakin mengecil.

“Kalau sebelumnya pertumbuhan pasar  pada 2010  bisa mencapai 58 persen, maka 2011 hanya 17 persen dan 2012 diperkirakan di kisaran 15 -17  persen juga,”katanya.

Tahun ini pertumbuhan juga diperkirakan di kisaran 17 persen.

“Askarindo sangat berharap pemerintah membantu pengusaha karoseri dengan menciptakan regulasi yang mendukung industri itu karena selain bisnis tersebut  menjanjikan bahkan berpeluang di ekspor juga usaha tersebut  padat karya,” katanya yang didampingi Ketua Dewan Pengawas Askarindo, Jonathan Pratama.

Satu perusahaan bisa memperkerjakan rata-rata sekitar 100 orang sehingga membantu pemerintah menekan pengangguran.

Ketua Askarinod Sumut Oei Ik Han mengakui permasalahan yang dihadapi pengusaha karoseri Sumut sama  seperti nasional yakni bersaing ketat dengan produk impor..

Bahkan kalau dibandingkan di Jawa, pengusaha karoseri Sumut lebih tertekan lagi karena selain Harus bersaing dengan produk impor juga harus menghadapi produk  yang dihasilkan industri di Jawa.

“Belum lagi mesti bersaing dengan produk serupa yang dihasilkan perusahaan ‘liar’ yang tidak memiliki izin sehingga merusak kepercayaan dan harga di pasar,”kata Oei.

Meski persaingan ketat, tetapi bisnis itu semakin dilirik pengusaha Sumut menyusul membaiknya industri otomotif.

Dewasa ini sudah ada 14 perusahaan yang tergabung dalam Askarindo.

Produk utama industri karoseri adalah bus,  tangki, dump,  bak besi , trailer dan box.
sumber: waspada

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *