DINKES HARUS AWASI PENJUALAN OBAT MURAH

MEDAN – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumut mengharapkan pengawasan ketat oleh Dinas Kesehatan Medan terhadap penjualan obat-obat murah.

“Kita harapkan penjualan obat murah itu harus sesuai mekanisme dan jangan ada ditemui penyalahgunaan, sehingga merugikan masyarakat,” kata Ketua YLKI Sumatera Utara (Sumut) Abubakar Siddik di Medan, hari ini.

Menurutnya, penjualan obat murah sekarang ini banyak beredar di pasaran seperti toko-toko obat maupun apotek. Hal ini menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan dan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan untuk memantaunya.

“Kita tidak ingin obat murah yang diperjual belikan secara bebas itu, memiliki masalah dan tidak sesuai dengan standar yang telah ditentukan Pemerintah,” ujarnya.

Untuk itu, kata Abubakar, BBPOM Medan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan harus merazia obat-obat, baik itu herbal, pil, jamu dan lainnya yang kemungkinan bertentangan dengan ketentuan pemerintah.

“JanganĀ  ada lagi ditemui obat-obat yang tidak memiliki registrasi dan tanpa izin edar, serta mengandung bahan kimiawi yang dapat membahayakan bagi kesehatan konsumen.Ini harus diwaspadai dan jangan ada korban akibat obat bercampur kimiawi,” ucap dia.

Selain itu, partisipasi masyarakat juga diperlukan untuk melaporkan bila melihatĀ  adanya penjualan obat agar segera ditertibkan sekaligus membongkar tempat-tempat penimbunan obat diduga ilegal.

Sebab, jelasnya, Medan dan Kabupaten Deli Serdang banyak ditemui menyimpan obat yang tanpa memiliki izin edar, praktik seperti ini jelas saja merugikan negara.

Penjualan obat tanpa memiliki registrasi adalah bertentangan dengan pasal 197 Undang-Undang (UU) Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan membayar denda Rp1,5 miliar.

“Pelaku yang tertangkap dan terbukti memasarkan obat tanpa registrasi itu harus diproses secara hukum, sehingga dapat membuat efek jera, serta tidak mengulangi lagi kesalahan tersebut,” kata Abubakar.
sumber: waspada

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *