WARGA LEMPARI MAPOLSEK BINANGA TAOSEL

Medan, 23/3 (Antara) – Sekitar 200 warga Kecamatan Binanga mendatangi dan melempari kantor Kepolisian Sektor Binanga, Kepolisian Resor Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu, pukul 07.00 WIB.

Kasubbid Pengelola Informasi dan Data Bidang Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan di Medan, Sabtu malam, mengatakan, warga mendatangi Mapolsek Binanga pada pagi hari dengan menaiki empat truk dan 80 sepeda motor.

Kedatangan massa tersebut untuk memprotes tiga warga yang diduga sering menjadi dalang kerusuhan tetapi dianggap tokoh pemuda setempat.

Nainggolan menjelaskan, penyerangan Mapolsek itu diduga diawali penangkapan tiga dalang pelaku kerusuhan yakni MS, YS, dan RS.

Tiga warga yang ditangkap tersebut diduga kuat sering melakukan kerusuhan seperti membakar kebun sawit dan kebun karet yang ada di daerah itu.

Personel kepolisian yang pernah berupaya menengahi kerusuhan yang ada juga sering diusir dan diambil perlengkapannya.

Bahkan, pihak kepolisian mendapatkan laporan bahwa Camat Binanga Bongsu Alam Hasibuan juga pernah mengalami penganiayaan yang dilakukan kelompok MS dan YS.

Setelah mendapatkan bukti yang kuat, pihak kepolisian menangkap MS dan YS yang menjadi dalang sejumlah kerusuhan itu dan dibawa ke Mapolres Tapanuli Selatan.

Akibat penangkapan tersebut, warga yang diduga anggota MS dan YS mendatangi dan melempari Mapolsek Binanga serta memprotes upaya hukum yang dilakukan kepolisian.

Kapolsek Binanga AKP Sahnun Siregar yang mengetahui kedatangan dan tindakan warga tersebut berupaya menenangkan massa sambil berupaya melakukan dialog.

Namun, AKP Sahnun Siregar justru dipukuli warga hingga babak belur dan warga berupaya membawanya dengan sepeda motor.

Melihat Kapolsek Binanga AKP Sahnun Siregar dipukuli dan berupaya dibawa pergi, personel polsek setempat berupaya mengambil tindakan penyelamatan, termasuk sejumlah personel Polres Tapanuli Selatan yang telah diperbantukan di tempat itu.

Sebagai langkah awal, personel kepolisian berupaya memberikan tembakan peringat ke udara agar warga dapat menenangkan dirinya.

Namun, warga tetap melakukan pelemparan sehingga personel kepolisian terpaksa mengambil tindakan tegas untuk melumpuhkan massa yang anarkis.

Akibat bentrokan tersebut, 10 warga mengalami luka tembak. “10 warga luka, sembilan dibawa ke RS Padang Sidempuan, satu lagi dirawat puskesmas setempat,” katanya.

Sedangkan dari pihak kepolisian, terdapat 13 personel yang mengalami luka-luka akibat pukulan dan lemparan warga, termasuk Kapolsek Binanga AKP Sahnun Siregar dan perwira Polres Tapanuli Selatan Ipda Sumanto.

“Sekarang, situasi sudah kondusif,” kata Nainggolan yang merupakan mantan Kapolres Nias itu.(Ant)

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *