TENTARA SERBU LP, EMPAT TEWAS

Menko Polhukam perintahkan Panglima TNI dan Kapolri segera usut tuntas.

SLEMAN – Sekelompok orang bersenjata api, Sabtu (23/3) dini hari pukul 02.00 WIB, menyerbu Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cebongan, Sleman, Yogyakarta.

Mereka menodongkan pistol dan mengancam penjaga agar membuka gerbang LP. Penyerbu mencari empat pelaku pengeroyokan di Hugo’s Cafe, Sleman, pada Selasa (19/3), yang mengakibatkan Sertu Santoso (31), anggota Kopassus Grup 2 Kandang Menjangan, tewas.

Saat mendapati keempat pengeroyokan Sertu Santoso di sel A5 Blok Anggrek, penyerbu langsung mengeksekusi mati tahanan titipan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tersebut. Puslabfor Polda DIY mengidentifikasi keempat korban itu, yakni Hendrik Angel Sahetapy alias Deki, Adrianus Candra Galaga, Yohanes Juan Mambait, dan Gameliel Yermiayanto Rohi Riwu.

Yang paling parah tertembak di kepala adalah Yohanes Juan Mambait. Korban adalah terpidana kasus narkoba yang sudah menjalani hukuman dan bebas bersyarat. Yohanes diketahui juga mantan anggota polisi di Yogyakarta. Sementara itu tiga korban lainnya luka tembak di dada. Keempat korban tewas dipindahkan ke ke LP Cebongan, Sleman, pada Jumat (22/3) siang karena ruang tahanan di Mapolda sedang direnovasi.

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto di Jakarta, Sabtu pagi ini telah memerintahkan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono dan Kapolri Jenderal Timur Pradopo untuk segera mengusut penyerbuan di LP Cebongan itu. “Siapa pun pelakunya harus segera ditangkap dan diadili,” katanya.

Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenhukham) Denny Indrayana melalui pesan singkatnya, Sabtu pagi ini, menegaskan pihaknya melakukan koordinasi cepat dengan TNI dan Polri lewat Panglima TNI, Kasad, dan Kapolri.

Menurutnya, Djoko Suyanto telah dilapori terkait kasus itu. Sementara itu, Menhukham Amir Syamsuddin dikabarkan akan meninjau langsung lokasi kejadian. “Saya langsung berkoordinasi dengan Menhukham dan melapor ke Menko Polhukam. Untuk menangani lebih efektif, Pak Amir akan segera ke Yogya pagi ini. Kami juga sepakat untuk berkoordinasi erat dengan pihak TNI dan Polri melalui Panglima TNI, Kasad dan Kapolri agar eskalasinya segera terkendali,” katanya.

Denny menegaskan, pelaku penembakan harus bertanggung jawab dan diproses secara hukum. Menurutnya, selain empat orang tewas, perbuatan sekelompok orang tersebut telah melukai dua orang lainnya yang diduga petugas LP. Dia meminta agar pihak-pihak terkait menahan diri dan menunggu berakhirnya proses hukum.

Pengamatan pagi ini, pihak Polda DIY masih melakukan olah tempat kejadian di tempat kejadian. Satu regu unit forensik Polda sudah berada dalam LP sejak subuh tadi. Satu mobil unit forensik masih terparkir di dekat pintu utama LP. Dua mobil ambulans disiapkan untuk membawa empat jenazah pelaku pengeroyokan anggota Kopassus yang tewas ditembak di sel A5 Blok Anggrek LP Cebongan, Sleman, Yogyakarta.

17 Orang

Kapolda DIY Brigjen Sabar Raharjo membenarkan LP Cebongan, Sleman, Sabtu dini hari diserang sekelompok orang bersenjata api, dan menembak mati empat tersangka pengeroyokan anggota Kopassus yang dititipkan di LP tersebut. “Penyerangan pada sekitar pukul 02.00 WIB itu dilakukan oleh sekitar 17 orang. Mereka masuk ke LP dengan cara melompat pagar,” katanya, Sabtu pagi ini.

Menurutnya, setelah berhasil masuk area LP, para pelaku memaksa petugas jaga menunjukkan sel keempat tahanan kasus pengeroyokan di Hugo’s Cafe, Sleman, yang mengakibatkan Sertu Santoso, anggota Kopassus Grup 2 Kandang Menjangan, meninggal dunia, Selasa (19/3).

“Para penyerang sempat menodongkan senjata api, dan memaksa petugas LP Cebongan menunjukkan kunci sel. Empat orang tewas dengan luka tembak. Nanti akan diidentifikasi di laboratorium forensik,” katanya.

Ia mengatakan kelompok penyerang ini juga membawa semua Closed-circuit television (CCTV) yang ada di LP tersebut. Seorang petugas LP Cebongan sempat dipukul, saat diminta menunjukkan kunci sel yang dimaksud. Meski demikian, tidak ada status siaga yang ditetapkan di DIY setelah kasus penyerangan ini.

Sumber di LP Cebongan yang minta namanya tidak disebut mengatakan kelompok penyerang datang sekitar pukul 02.00 WIB. Mereka sempat menembaki pintu LP dan meledakkannya. Kemudian mereka masuk ke LP dan mencari empat pelaku penganiayaan terhadap anggota Kopassus.

Mereka juga memaksa petugas sipir menunjukkan sel tempat keempat tahanan titipan polisi tersebut. Kelompok penyerang itu langsung menembak empat tahanan itu hingga tewas. Kepala LP Cebongan Sukamto menambahkan, sejumlah petugas LP Cebongan terluka dalam insiden penyerangan itu. “Ada beberapa petugas LP atau sipir yang mengalami luka pukul saat terjadi penyerangan,” katanya.

Menurutnya, petugas tersebut mengalami luka memar, dan sudah mendapatkan perawatan tim kesehatan LP Cebongan. “Ada delapan petugas LP yang mengalami luka pukul,” katanya.

Disebutkan, sipir yang terluka dalam kejadian tersebut, di antaranya Widiatmoko (35). Dia terluka di bagian mulut. Gigi depan korban tanggal. Lainnya, Nugroho Putro (30). Wajah sipir yang satu ini bengkak kena popor senjata api.

Wandi Marseli, kuasa hukum keempat tersangka pengeroyokan yang tewas di LP Cebongan, mempertanyakan pemindahan empat tahanan itu dari ruang tahanan Polda DIY ke LP Cebongan hingga akhirnya terjadi penembakan yang menewaskan keempatnya.

“Mereka dipindahkan pada Jumat siang. Pemindahan itu karena sel di Mapolda DIY sedang dalam renovasi. Terus terang ini sebuah kejanggalan. Karena itu, kami akan menempuh langkah hukum selanjutnya. Kami masih akan berkoordinasi dengan tim pengacara lainnya,” ujarnya.

Terpisah, Assintel Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Letkol (Inf) Richard seperti dilansir detik.com pagi ini mengatakan, akan segera memastikan apakah pelaku penyerangan tersebut merupakan anggota Kopassus atau bukan. “Kami menyerahkan peristiwa ini ke pihak terkait dan akan ditindaklanjuti dengan hukuman seberat-beratnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya. (M Bachtiar Nur/Diamanty Meiliana/Ant)
sumber : shnews

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *