PERISTIWA NAGA JUANG AKAN DILAPORKAN KE KOMNAS HAM & DPR RI

Starberita – Panyabungan, Peristiwa Naga Juang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terus mendapat sorotan dari berbagai elemen masyarakat. Sebab, ratusan masyarakat penambang Kecamatan Naga Juang, Madina ditahan yang diduga Brimob dan dibantu security PT Sorik Mas Mining dengan tangan diikat ke belakang dan dijemur tanpa mengenakan baju.

Terkait dengan kejadian itu, DPP Ikatan Mahasiswa (IMA) Madina dan Jaringan Advokasi Tambang Rakyat (Jatram) Madina akan melaporkan peristiwa itu ke Komnas HAM dan DPR RI di Jakarta. “Besok (25/3) akan kita laporkan ke Komnas HAM dan DPR RI. Kita melihat kejadian kemarin itu melanggar prosedur, karena warga penambang dianiaya dan diberlakukan tidak manusiawi,” sebut mantan Ketua Umum DPP IMA Madina, Irwan Hamdany Daulay SPd, Minggu (24/3).

Irwan berharap, dengan adanya laporan secara langsung kepada Komnas HAM dan DPR RI itu, kedua instansi secepatnya turun ke Madina untuk melakukan investigasi.

Sementara, kemarin, puluhan warga Kecamatan Naga Juang dan sekitarnya yang menjadi korban penangkapan telah melakukan visum di RSU Panyabungan.

Sebelumnya warga Kecamatan Naga Juang dan sekitarnya pada Kamis (22/3) naik ke Bukit Sambung hingga Jumat (23/3) ditangkap dan dijemur serta tangan diikat. Kejadian itu memicu ribuan amukan ribuan warga lainnya dengan melakukan pemblokiran Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) sekitar 7 jam lamanya.

Bahkan, aksi pemblokiran itu sempat terjadi bentrok dengan aparat Polres Madina. Kendati tidak berlangsung lama, berkat kearifan dan kebijaksanaan Kabag Ops Polres Madina, Kompol H Sarluman Siregar SH, bentrokan berhasil diredakan, namun 3 unit mobil polisi rusak dan truk yang terhambat menjadi rusak terkena lemparan batu saat terjadi bentrok. (TRI/ARS)
sumber: starberita

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *